Soemitronomics: Nasihat untuk Golongan Muda Republik

Edo Hendra Kusuma, adalah Anak Muda Indonesia yang berasal dari Daerah, dirinya pernah menjadi Profesional di berbagai Perusahaan dan Pernah menjadi Direktur Utama Menara Energy Resources, Komisaris Mutiara Sumatera serta Ketua Banom HIPMI Institute
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Edo Hendra Kusuma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS) pada tahun 2025 mengeluarkan rilis hasil dari survei terhadap 3.081 mahasiswa berusia 18-24 tahun di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina untuk mengetahui bagaimana persepsi kaum muda terhadap situasi di negara mereka. Pada survei tersebut, sebanyak 33,1 % anak muda Indonesia merasa pesimis dengan visi perkembangan ekonomi pemerintah, angka tersebut tentu mengundang ruang koreksi dan evaluasi di tubuh pemerintah, dengan memberikan stimulus ekonomi dan pendekatan ekonomi yang lebih Ideologis. Bekerja untuk rakyat, itulah ruh perjuangan yang diwarisi oleh Presiden Prabowo Subianto dari mendiang ayahnya, dan idiom yang dijaga oleh Prabowo juga ditularkan pada orang-orang terdekatnya, seperti petuah dari ayahnya menjelang mendiang wafat, "When you are in doubth, always side in your people".
Agaknya, petuah inilah yang menjadikan kebijakan-kebijakan pemerintah hari ini, oleh karena itu beberapa pengamat bahkan mengatakan bahwa landasan dasar kebijakan ekonomi pemerintah memiliki akar ideologi yang kuat, utamanya pada ruang-ruang pengimplementasian Pasal 33 UUD 1945.
Stimulus melalui program-program pemerintah tentu ada beberapa hal yang masih penuh catatan kaki dan koreksi namun masyarakat Indonesia masih menaruh harapan besar kepada Presiden Prabowo yang baru bergerak menuju dua tahun, sebagaimana tergambar pada hasil 75,1 persen menurut survei Poltracking Indonesia pada bulan Maret lalu.
Nasihat Kepada Golongan Muda
Beberapa tahun terakhir mungkin kita merasakan bahwa perubahan situasi yang global lintas sektor penuh dengan pergerakan yang amat cepat, mulai dari Covid-19 yang menuntut manusia untuk cepat beradaptasi terhadap perubahan situasi dan pola kehidupan normal, ada yang runtuh dan banyak juga yang bertahan Kita semua pasti masih mengingat peristiwa itu begitu cepat, hari ke hari rasanya tidak ada ujungnya, namun karena kolaborasi semua pihak akhirnya kita dapat melaluinya, namun kata kunci yang menjadi faktor x yang membuat kita semua bertahan adalah "Resilience" untuk melawan, menyesuaikan dan melewati badai Soemitro Djojohadikusumo mengingatkan kepada kita semua tentang Resilience tersebut dengan nasihatnya, "Tersenyumlah menghadapi kesulitan, beranilah menantang bahaya, tegar dalam kekalahan, rendah hati akan kemenangan".
