Kumparan Logo

Stok Lebih Pupuk RI 1,5 Juta Ton, Kebutuhan Dalam Negeri Prioritas Utama

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja mengoperasikan alat berat untuk memindahkan karung pupuk urea bersubsidi di gudang penyimpanan pupuk milik PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, Sumatera Selatan, Senin (17/4/2023). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja mengoperasikan alat berat untuk memindahkan karung pupuk urea bersubsidi di gudang penyimpanan pupuk milik PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, Sumatera Selatan, Senin (17/4/2023). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menjelaskan Indonesia memang sudah punya stok lebih pupuk urea sekitar 1,5 juta ton. Angka itu menurut Sudaryono dimungkinkan menjadi alokasi ekspor. Meski demikian, Sudaryono menjelaskan kebutuhan dalam negeri akan menjadi prioritas terlebih dahulu. "Hitungan di atas kertasnya (1,5 juta ton bisa diekspor), tapi dalam negeri jadi prioritas utama," kata Sudaryono usai acara HUT HKTI ke-53 di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan pada Senin (27/4).

Produksi Pupuk 14,5 Juta Ton, Petani Diminta Jangan Panik

Wamentan sekaligus Ketua HKTI, Sudaryono, usai acara HUT HKTI ke-53 di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan pada Senin (27/4/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan

Ia menjelaskan produksi pupuk Indonesia adalah 14,5 juta ton. Dari situ terdapat alokasi berlebih yang kini juga sudah diminati oleh beberapa negara yang mengalami kesulitan pasokan pupuk. Hal ini karena pasokan pupuk dunia terkendala akibat perang AS-Israel dengan Iran yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz. Dengan adanya kelebihan produksi pupuk, Sudaryono juga meminta agar para petani tak perlu panik akan pasokan pupuk meski terjadi perang. “Jadi saya mau kasih kejelasan atau ketegasan kepada petani kita, enggak perlu panik, enggak perlu ribut, enggak perlu bingung, pupuk tersedia,” ujarnya. “Bahkan produksi pupuk kita itu 14,5 juta ton untuk kebutuhan yang kita salurkan pupuk subsidi dalam negeri, diperkirakan ada ekses atau sisa 1,5 juta yang saya sudah ketemu dengan dua duta besar, duta besar India dan duta besar Australia,” lanjutnya. Selain Australia dan India, Filipina dan Brasil juga telah menyatakan minat terhadap pupuk Indonesia. Namun, Sudaryono menjelaskan untuk dua negara tersebut masih dalam proses pembicaraan Business to Business (B2B). “Memang sudah ada pembicaraan juga beberapa negara, tapi bicaranya baru di level B2B, tapi intinya sesuai dengan pesan dari Presiden kita Prabowo Subianto, bahwa kita prioritaskan dulu kebutuhan dalam negeri kita. Kalau ada ekses, maka negara-negara sahabat yang penting bagi Indonesia, harus kita layani semua,” kata Sudaryono. Sebelumnya, Mentan Amran mengatakan Duta Besar India untuk Indonesia telah meneleponnya untuk meminta 500 ribu ton pupuk. Australia juga meminta 500 ribu ton dan sudah diputuskan akan diberikan 250 ribu ton pada tahap pertama.