Kumparan Logo

Sungai Mahakam Surut, ITMG Pangkas Muatan Tongkang hingga 40 Persen

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penampakan Sungai Mahakam surut, kapal tongkang tak dapat melintas. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan Sungai Mahakam surut, kapal tongkang tak dapat melintas. Foto: Dok. Istimewa

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melakukan penyesuaian muatan tongkang akibat surutnya debit dan permukaan air di Sungai Mahakam, terutama pada area tambang Melak, Kalimantan.

Direktur Utama ITMG, Mulyanto, mengatakan kondisi surutnya Sungai Mahakam merupakan fenomena yang dialami sejumlah tambang di Kalimantan, khususnya tambang yang berada di wilayah hulu.

“Beberapa tambang kita terutama yang ada di Melak itu mengalami kendala seperti turunnya debit air dan juga turunnya permukaan air dan tentu saja itu cost akan sedikit ter-impact karena kita tidak bisa melakukan loading sesuai dengan kapasitas yang ada,” jelas Mulyanto saat Public Expose Live 2026 secara daring, Rabu (9/9).

Kata Mulyanto, ITMG menyesuaikan muatan tongkang sekitar 30-40 persen lebih rendah, bergantung pada kondisi dan ketinggian permukaan air di Sungai Mahakam.

“Tapi pada prinsipnya yang kita coba atur adalah sekitar antara 30-40 persen lebih rendah tergantung situasi dan keadaan level air yang ada di Sungai Mahakam,” ujar dia.

Menurut Mulyanto, penyesuaian itu dilakukan untuk mengantisipasi risiko tongkang kandas akibat rendahnya permukaan air Sungai Mahakam.

Penampakan Sungai Mahakam surut, kapal tongkang tak dapat melintas. Foto: Dok. Istimewa

Meski berdampak pada tambang di wilayah Melak, kondisi tersebut, katanya tak terjadi pada seluruh tambang ITMG. Tambang seperti Indominco dan Bontang yang memiliki akses langsung ke laut dinilai tidak terdampak oleh surutnya Sungai Mahakam.

Direktur ITMG, Yulius Kurniawan Gozali, mengatakan penurunan kapasitas muatan tongkang bakal berdampak terhadap kenaikan biaya pengangkutan batu bara per ton.

Sebelumnya, ITMG menggunakan tongkang dengan kapasitas sekitar 7.000 ton. Namun, akibat kondisi Sungai Mahakam, kapasitas diturunkan menjadi sekitar 3.500-4.000 ton.

“Secara overall mungkin kita meng-estimate kenaikan cost untuk tongkangnya itu di sekitar level 30%-an sampai dengan 40% kenaikannya,” ucap Yulius dalam kesempatan yang sama.

Kendati demikian, Yulius menilai kenaikan biaya takkan memberikan dampak signifikan terhadap biaya ITMG secara keseluruhan. Pasalnya, dampak surutnya Sungai Mahakam lebih banyak terjadi pada tambang yang berada di area Melak.

Target Produksi 22,9 Juta Ton

Di tengah kondisi surutnya Sungai Mahakam, ITMG menargetkan produksi batu bara tahun ini mencapai 22 juta hingga 22,9 juta ton dari enam tambang utama yang berada di Kalimantan.

Khusus pada kuartal III tahun ini, perseroan menargetkan produksi sebesar 5,9 juta ton.