Konten Media Partner

TDA Blitar Gelar Kopdar Bahas Sistem Bisnis untuk Jaga Pendapatan

TDAverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDA Blitar Gelar Kopdar Bahas Sistem Bisnis untuk Jaga Pendapatan
zoom-in-whitePerbesar

Blitar - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Blitar menggelar Kopdar Deep Discuss untuk membahas sistem bisnis, mulai dari fundamental hingga pembagian tugas. Kegiatan di Taman Djadjan Aliza (TDA Center) itu diikuti sekitar 30 pengusaha UMKM dari berbagai bidang dan level bisnis.

Bashori, owner Maemsek yang bertindak sebagai pembawa acara (MC), membuka diskusi dengan membandingkan bisnis yang sudah memiliki sistem dan bisnis yang masih bergantung pada pemiliknya. Dia mengajak peserta memikirkan keberlangsungan usaha jika owner tidak lagi terlibat langsung dalam operasional.

“Misalnya owner sakit operasional terganggu, owner pergi keputusan tertunda dan owner sibuk pelayanan ikut melambat. Kalau semuanya masih bergantung pada owner sebenarnya kita sedang membangun bisni atau menciptakan pekerjaan untuk diri sendiri. Seperti itulah jika bisnis dibangun tanpa membangun sistem di dalamnya,” ungkapnya.

Bashori menambahkan, sistem tidak membuat bisnis menjadi kaku. Sebaliknya, sistem membantu pekerjaan lebih teratur, mengurangi ketergantungan pada owner, membuat tim lebih mandiri, menjaga kualitas, dan membantu bisnis tetap menghasilkan.

Ketua TDA Blitar Paparkan Cara Membangun Sistem Bisnis

Pada sesi berikutnya, Ketua TDA Blitar Arief Ervana, yang juga owner brand Ervika Medika, menjadi pemantik diskusi. Dia memaparkan sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam membangun sistem bisnis.

“Ada beberapa hal yang harus dipenuhi ketika kita ingin membangun sistem bisnis. Di antaranya, kita harus memahami fundamental bisnis kita, tahu alur atau proses bisnisnya, kebutuhan struktur organisasinya, detail FKI, jobdes, dan KPI serta bagaimana standarisasinya,” paparnya.

Arief kemudian menjelaskan setiap poin secara lebih mendalam. Dia juga menunjukkan contoh dokumen sistem yang digunakan di apotek Ervika Medika, seperti FKI, jobdes, dan KPI.

Sesi dilanjutkan dengan diskusi. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan yang kemudian dijawab oleh peserta lainnya.

People dan Process Jadi Unsur Penting

Salah satu peserta, Maftuch Yudhistira, yang juga konsultan digital marketing, menyampaikan pandangannya mengenai sistem bisnis. Menurut dia, sistem pada dasarnya bertumpu pada dua hal, yakni people dan process.

Maftuch menjelaskan, materi yang disampaikannya itu diperoleh dari hasil belajar melalui e-course asal Amerika Serikat (AS) yang harganya mencapai ribuan dolar AS.

Melalui kopdar tersebut, peserta mendapatkan tambahan wawasan mengenai sistem bisnis. Diskusi ini juga membantu mereka mengubah pola pikir dan memahami langkah awal untuk membenahi usaha masing-masing.