Konten Media Partner

TDA Jatim 1 dan TDA Gresik Perkuat Sinergi untuk Tumbuh Bersama

TDAverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDA Jatim 1 dan TDA Gresik Perkuat Sinergi untuk Tumbuh Bersama
zoom-in-whitePerbesar

Gresik - Pengurus Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) wilayah Jatim 1 bersilaturahmi dengan pengurus dan anggota TDA Gresik untuk memperkuat hubungan antarwilayah, membangun sinergi, dan mendorong ekosistem wirausaha di Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).

Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Forum tersebut menjadi ruang bertukar gagasan, menyampaikan aspirasi, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan komunitas dan anggotanya.

Ketua Wilayah TDA Jatim 1 9.0 Adi Susanto menegaskan, silaturahmi bukan sekadar aktivitas untuk bertemu. Kegiatan itu memiliki peran penting dalam membangun fondasi organisasi.

“Di sisi internal antaranggota, silaturahmi bertujuan membangun kepercayaan, mencairkan ketegangan, meminimalisasi konflik, serta meningkatkan rasa kekeluargaan,” ujar Adi.

Menurut dia, hubungan yang kuat antaranggota berdampak pada kinerja organisasi. Silaturahmi dapat mempererat kerja sama, mempercepat aliran informasi, memudahkan koordinasi tim, dan meningkatkan loyalitas anggota.

Sementara itu, TDA Gresik 3.0 M. Fahni Amirullah mengatakan TDA Gresik merupakan rumah untuk bertumbuh. Karena itu, rasa memiliki terhadap komunitas perlu terus dibangun.

“TDA Gresik adalah rumah kita. Mari kita jaga bersama dan menjadikannya semakin nyaman untuk tempat bertumbuh, bersinergi, dan berkolaborasi,” tuturnya.

Pesan tersebut menggambarkan pentingnya menciptakan komunitas yang tidak hanya aktif dalam program, tetapi juga menjadi ruang nyaman bagi pelaku usaha untuk belajar, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring.

Kadiv Edukasi TDA Jatim 1 Danar Adi Saputro menyampaikan bahwa edukasi dimulai dari kebutuhan member.

Menurut dia, setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi bisnis yang berbeda. Karena itu, program edukasi di TDA perlu berangkat dari kebutuhan nyata pengurus dan member.

“Dengan saling memberi ilmu, insyaAllah member-member akan tumbuh bersama. Saling sharing ilmu menjadi salah satu tulang punggung di TDA,” jelas Danar.

Dia juga mengajak anggota lebih aktif memanfaatkan ekosistem yang tersedia di TDA. Danar mengibaratkan TDA seperti supermarket. Ilmu dan pengalaman tersedia dalam berbagai bentuk. Namun, setiap member harus aktif datang, mencari, mengambil, dan memanfaatkannya.

“Banyak member TDA punya beragam ilmu bisnis dan leadership. Jadi harus aktif untuk bertemu dan mengambil manfaatnya,” tambahnya.

Hal itu menjadi dorongan agar anggota tidak hanya hadir sebagai peserta kegiatan. Mereka juga perlu aktif membangun relasi, bertanya, berbagi, dan mengambil pembelajaran dari sesama anggota.

Menutup rangkaian pesan, Ketua TDA Jatim 1 8.0 Mustiko Adi Wibowo mengajak pengurus dan member memaknai perjalanan berorganisasi melalui filosofi Jawa: Jatah, Wadah, Wayah.

Jatah berarti setiap orang memiliki bagiannya masing-masing. Wadah berarti tugas setiap orang adalah terus memperbesar kapasitas diri dan organisasi agar ketika kesempatan datang, mereka mampu menerimanya.

Sedangkan Wayah mengingatkan bahwa setiap hal memiliki waktu dan proses masing-masing.

“Tidak perlu iri dengan jatah orang lain. Tidak perlu terburu-buru mengejar wayah. Fokus saja memperbesar wadah,” pesannya.

Filosofi tersebut menjadi refleksi bahwa pertumbuhan tidak selalu berlangsung dengan kecepatan yang sama. Setiap individu maupun daerah memiliki perjalanan masing-masing. Yang terpenting adalah terus mempersiapkan diri, memperbesar kapasitas, dan menjalani proses dengan konsisten.

Ketua TDA Jatim 1 tersebut berharap, ketika jatah datang pada wayah-nya, seluruh pengurus dan member telah memiliki wadah yang cukup untuk menerimanya.

Silaturahmi TDA Jatim 1 dan TDA Gresik menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat kebersamaan dalam membangun komunitas wirausaha.

Lebih dari sekadar pertemuan, silaturahmi menjadi ruang untuk membangun kepercayaan, bertukar ilmu, memperluas jejaring, dan membuka peluang kolaborasi. Dengan semangat bertumbuh bersama, bersinergi, dan berkolaborasi, TDA Jatim 1 terus mendorong setiap daerah mengembangkan potensi terbaiknya sekaligus saling menguatkan dalam satu ekosistem kewirausahaan Jawa Timur.

“Karena ketika kita tumbuh bersama, kekuatan yang lahir akan jauh lebih besar daripada ketika kita tumbuh sendiri,” pungkasnya.