Konten Media Partner

TDA Jatim 3 Hadiri Rakerda TDA Blitar, Perkuat Program Kerja dan Kaderisasi

TDAverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDA Jatim 3 Hadiri Rakerda TDA Blitar, Perkuat Program Kerja dan Kaderisasi
zoom-in-whitePerbesar

Blitar - Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Jatim 3 menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) TDA Blitar di Kalapadi, Blitar, Sabtu (19/9/2026). Rakerda menjadi momentum evaluasi organisasi dan penyusunan program kerja komunitas.

Dalam kegiatan tersebut, TDA Jatim 3 hadir bersama Rizki PAM selaku Ketua TDA Jatim 3, Zaim selaku Sekretaris 1 TDA Jatim 3, Baqi Billah selaku Sekretaris 2 TDA Jatim 3, dan Sigit Bimo dari bidang kaderisasi wilayah TDA Jatim 3. Rakerda juga dihadiri jajaran pengurus dan senior TDA Blitar.

Rizki PAM mengatakan, Rakerda menjadi momentum untuk mengevaluasi organisasi, menyusun program kerja, memperkuat kaderisasi, serta menetapkan target pengembangan TDA Blitar.

Sejumlah agenda utama yang dibahas meliputi penyusunan program kerja, evaluasi organisasi, penguatan kaderisasi, serta penetapan target TDA Blitar.

“Agenda tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan aktivitas komunitas di tingkat daerah berjalan terarah dan sesuai dengan kebutuhan anggota,” jelasnya.

Perkuat Sinergi Pengurus Wilayah dan Daerah

Rizki menyampaikan, kehadiran TDA Jatim 3 dalam Rakerda merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pengurus wilayah dan daerah. Pendampingan dan komunikasi antarpengurus diharapkan dapat mendukung pengembangan organisasi dan keberlanjutan komunitas TDA di Blitar.

“Penguatan daerah merupakan bagian penting dalam pengembangan komunitas TDA. Melalui evaluasi, penyusunan program kerja, dan kaderisasi yang dilakukan secara berkelanjutan, TDA Blitar diharapkan dapat terus mengembangkan organisasi serta menghadirkan program yang relevan bagi anggotanya,” pungkasnya.

Rakerda TDA Blitar menjadi momentum untuk meningkatkan semangat kolaborasi dalam menjalankan program dan target kerja di tingkat daerah.