TDA Padang 9.0 Fokus Ukur Pertumbuhan Pengusaha Lewat Strategi “Butuh dan Betah”

Padang - Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Padang meluncurkan TDA Padang 9.0 dengan strategi “Butuh dan Betah”. Pendekatan ini menempatkan kebutuhan anggota, mentoring, kolaborasi bisnis, dan pengukuran dampak sebagai fokus periode 2026–2028.
Peluncuran tersebut menjadi awal periode kepengurusan TDA Padang 2026–2028. Komunitas membawa semangat “Let’s 9.0 Together — Bertumbuh dengan Riang, Berdampak dengan Gembira”.
Fokusnya penguatan ekosistem bisnis, pertumbuhan anggota, kolaborasi, serta pengukuran dampak.
Mengubah Ukuran Keberhasilan Komunitas
TDA Padang 9.0 tidak memosisikan kepengurusan baru sebagai awal perjalanan dari nol. Fondasi komunitas, jaringan, pengalaman, program, dan budaya yang telah terbentuk sebelumnya menjadi dasar pengembangan organisasi.
Dalam materi Kick Off, TDA secara nasional disebut telah berkembang sejak 2006 dengan estimasi lebih dari 70.000 anggota di lebih dari 119 kabupaten/kota. TDA juga menyelenggarakan lebih dari 2.000 aktivitas pembelajaran per tahun.
Di tingkat Padang, arah baru tersebut diterjemahkan melalui pertanyaan yang lebih berorientasi pada hasil. Bukan hanya berapa banyak kegiatan yang diselenggarakan, tetapi berapa banyak anggota yang memperoleh manfaat dan mengalami perkembangan bisnis secara nyata.
Strategi utama TDA Padang 9.0 dirumuskan dalam dua kata: Butuh dan Betah.
Aspek Butuh mengacu pada manfaat nyata yang dicari anggota dari komunitas. TDA diarahkan menjadi ruang bagi pengusaha untuk belajar, berdiskusi, memvalidasi bisnis, mendapatkan mentor, serta menemukan peluang kolaborasi.
Sementara Betah berkaitan dengan pengalaman anggota di dalam komunitas. Anggota diharapkan merasa dikenal, dilibatkan, dibantu, dan memiliki ruang untuk membangun hubungan lebih kuat dengan sesama pengusaha.
Dengan kerangka tersebut, setiap program TDA Padang diharapkan memiliki keterkaitan yang jelas dengan kebutuhan anggota atau pengalaman berkomunitas. Program yang tidak memberikan kontribusi terhadap kedua aspek tersebut perlu dievaluasi relevansinya.
Dari Event ke Perjalanan Pertumbuhan
Konsep tersebut diterjemahkan ke dalam perjalanan anggota yang lebih terstruktur.
Pada sisi Butuh, proses dimulai dari pemanfaatan data anggota dan pemetaan tahap serta kebutuhan bisnis. Informasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan pembelajaran, pendampingan, hingga pengukuran perkembangan bisnis.
Sejumlah instrumen yang disiapkan antara lain Passport, forum bulanan, workshop, modul pembelajaran, KMB, mentor, business clinic, scorecard, action plan, dan showcase.
Pada sisi Betah, perjalanan anggota dirancang melalui tahapan Kenal, Terlibat, Terbantu, hingga Bangga. Aktivitas yang mendukungnya mencakup Connect & Ngopi, orientasi anggota, member spotlight, kegiatan komunitas, olahraga, kegiatan perempuan dan keluarga, program sosial, mentoring, referral, business matching, serta showcase.
Pendekatan ini membuat kegiatan komunitas tidak berdiri sebagai agenda terpisah, melainkan bagian dari perjalanan anggota.
Data Menjadi Penghubung Antarprogram
Salah satu perubahan penting dalam TDA Padang 9.0 adalah upaya menghubungkan aktivitas melalui alur:
Data → Belajar → Mentoring → Kolaborasi → Dampak.
Contoh perjalanan yang dirancang adalah Connect & Ngopi → data kebutuhan anggota → TDA Forum → KMB → business matching → transaksi atau dampak.
Dengan pola tersebut, interaksi awal dengan anggota dapat menjadi sumber informasi untuk menentukan kebutuhan pembelajaran, pendampingan, maupun peluang kolaborasi berikutnya.
Pendekatan ini juga menggeser perhatian dari vanity metrics, seperti jumlah acara atau keramaian peserta, menuju indikator yang lebih dekat dengan outcome anggota.
Delapan Pilar untuk Satu Ekosistem
Untuk menjalankan strategi tersebut, TDA Padang 9.0 menyiapkan delapan pilar program. Yakni Platform & Data, Edukasi, Event, Kampus, Perempuan, Peduli, Markomedia, dan Eksternal.
Kedelapan pilar tersebut dirancang sebagai “satu mesin, bukan delapan pulau”. Setiap bidang diharapkan saling terhubung dalam mendukung perjalanan anggota.
Platform & Data menangani Passport, dashboard, dan segmentasi anggota. Edukasi menjalankan forum, workshop, KMB, TFM, dan scorecard.
Markomedia berfokus pada narasi, konten, dan distribusi informasi. Sementara bidang Eksternal diarahkan untuk membangun koneksi dan membuka peluang kolaborasi serta dampak.
Roadmap 2026–2028
TDA Padang menyusun pengembangan komunitas dalam tiga fase melalui Roadmap TDA Padang 2026–2028.
2026 menjadi fase Foundation. Fokusnya pembenahan data, pembentukan tim aktif, ritme kegiatan, kanal komunikasi, serta aktivasi Passport.
Pada 2027, fase Activation diarahkan pada penguatan pembelajaran anggota, mentoring, kolaborasi yang menghasilkan transaksi, serta pertumbuhan kader mentor.
Kemudian 2028 menjadi fase Scale & Impact. Agendanya mencakup showcase, inkubasi, akses pasar, penguatan mentor, dan pengukuran dampak sosial.
Dalam 90 hari pertama fase Foundation, sejumlah agenda telah dipetakan. Di antaranya validasi anggota, aktivasi Passport, pemetaan tahap bisnis anggota, pelaksanaan forum dan Connect, pembaruan dashboard, pembentukan task force, serta penguatan fungsi Markomedia.
Untuk mengukur perkembangan tersebut, TDA Padang menetapkan sejumlah indikator kinerja untuk periode tiga tahun.
Target yang tercantum dalam materi Kick Off antara lain 90 persen anggota aktif di Passport, 80 persen memiliki profil bisnis lengkap, 60 persen menghadiri sedikitnya dua kegiatan per tahun, dan 30 persen mengakses LMS atau modul.
TDA Padang juga menargetkan lebih dari 10 mentor lokal aktif, lebih dari 50 referral atau transaksi per tahun, tingkat kepuasan anggota minimal 85 persen, serta lebih dari 12 pembaruan dashboard per tahun.
Indikator tersebut menjadi dasar untuk menilai apakah aktivitas komunitas benar-benar menghasilkan perkembangan bagi anggota, bukan sekadar meningkatkan jumlah kegiatan.
Pada tahap berikutnya, TDA Padang menargetkan penguatan dampak melalui Pesta Wirausaha dan showcase perjalanan pertumbuhan anggota, business matching lintas daerah, perluasan jejaring, serta program inkubasi yang menyasar mahasiswa, sekolah, Gen Z, dan UMKM binaan.
Arah tersebut menunjukkan upaya TDA Padang menempatkan komunitas bukan hanya sebagai ruang pertemuan pengusaha, tetapi sebagai ekosistem yang menghubungkan pembelajaran, mentoring, jejaring, dan peluang bisnis.
Melalui TDA Padang 9.0, gagasan “Butuh dan Betah” menjadi kerangka untuk menjawab dua kebutuhan sekaligus. Memastikan anggota memperoleh manfaat yang relevan dan membangun pengalaman komunitas yang membuat mereka ingin terus terlibat.
Semangat tersebut dirangkum dalam tema periode baru, “Let’s 9.0 Together — Bertumbuh dengan Riang, Berdampak dengan Gembira.”
