TDA Perkuat Ekosistem Pengusaha, Jajaki Kemitraan Strategis dengan BSI dan BSN

Jakarta - Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui penjajakan kolaborasi strategis dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Syariah Nasional (BSN).
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung transformasi digital, integrasi sistem keanggotaan, monitoring program, hingga penguatan ekosistem bisnis anggota TDA.
Penjajakan kerja sama dilakukan dalam dua pertemuan terpisah di Jakarta pada 25 Agustus 2026. Jajaran Pengurus TDA 9.0 bertemu dengan perwakilan BSI di Kantor Pusat BSI, The Tower, pukul 10.30 WIB.
Setelah itu, jajaran TDA melanjutkan pertemuan dengan BSN di Penang Bistro Gatot Subroto pukul 13.30 WIB.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari agenda TDA untuk memperkenalkan kepengurusan periode 9.0 sekaligus mengintroduksi sejumlah program strategis yang akan dijalankan organisasi.
Salah satu peluang yang dibahas ialah kemitraan strategis perbankan untuk mendukung ekosistem TDA dalam jangka waktu tiga tahun. Pembicaraan masih dalam tahap penjajakan dan akan dilanjutkan melalui pertemuan teknis.
Presiden TDA 9.0 Ferdi Brilian mengatakan, pertemuan dengan BSI menjadi momentum untuk meningkatkan hubungan yang telah terbangun sekaligus membuka ruang kolaborasi lebih luas.
“Pertemuan ini adalah langkah awal yang sangat baik. Kami berharap kemitraan yang sudah berlangsung cukup lama dengan BSI dapat ditingkatkan untuk mendorong transformasi digital, mengintegrasikan sistem keanggotaan, serta memperkuat ekosistem bisnis seluruh member TDA selama tiga tahun ke depan,” ujar Ferdi.
Dalam pertemuan dengan BSI, Ferdi didampingi Director Corporate & Investor Relations TDA Firdaus Usman, Sekretaris Umum Hendi Winardi, Staf Khusus Investor Relations Eko Setyo Wibowo, serta Staf Khusus Strategic Partnership Wahyu Firmanda.
Sementara dari BSI hadir Deputy Group Head Retail Deposit Solution Group Luthfi Bukhari, Senior Vice President Dien Lukita Purnamasari, serta Entrepreneur & Business Entity Officer Siti Rafika.
Selepas pertemuan tersebut, jajaran TDA melanjutkan agenda dengan BSN. Pembahasan diarahkan pada peluang sinergi antara program strategis TDA 9.0 dengan layanan dan ekosistem perbankan yang dapat mendukung kebutuhan para pengusaha.
Wealth Management Division Head BSN Arjanto menyambut peluang kolaborasi tersebut dan menyatakan kesiapan melanjutkan pembicaraan ke tahap teknis.
“Kami menyambut hangat jajaran pengurus TDA 9.0 dan inisiatif program strategis yang ditawarkan. BSN siap untuk menindaklanjuti peluang kolaborasi ini melalui pertemuan teknis lanjutan guna mengelaborasi potensi yang ada dan memberikan solusi finansial terbaik bagi ekosistem TDA,” kata Arjanto.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Vice President Commercial Funding Division BSN Hersinta Anggiapuspita, Digital Business Division Head Bhimo Wikan Hantoro, serta Head of Wealth Management Product and Advisory Andris Prumnayudha.
Melalui penjajakan kolaborasi dengan ekosistem perbankan syariah, TDA ingin memperkuat perannya tidak hanya sebagai komunitas tempat pengusaha bertumbuh, tetapi juga sebagai penghubung antara pelaku usaha dengan berbagai elemen pendukung pertumbuhan bisnis.
Penguatan akses terhadap layanan keuangan menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut. Bagi TDA, proses pengusaha untuk naik kelas tidak semata diukur dari peningkatan omzet, tetapi juga dari kemampuan mengelola keuangan, memperoleh akses permodalan, menjalankan transaksi bisnis secara sehat, dan membangun usaha yang berkelanjutan.
Transformasi digital juga menjadi salah satu fokus yang dibicarakan. Integrasi sistem keanggotaan dan monitoring program diharapkan dapat mendukung pengelolaan ekosistem TDA sekaligus membuka peluang pemanfaatan layanan perbankan yang semakin relevan dengan kebutuhan anggota.
TDA, BSI, dan BSN selanjutnya akan melakukan pembahasan teknis untuk memetakan kebutuhan, potensi program, serta skema kolaborasi yang memungkinkan dikembangkan dalam periode mendatang.
