Terminal Peti Kemas Patimban Resmi Beroperasi, Kapal Perdana Angkut 1.800 TEUs

Terminal peti kemas Pelabuhan Patimban Subang, Jawa Barat, resmi beroperasi pada Selasa (8/7). Operasional terminal peti kemas oleh Patimban Global Terminal (PGT) itu dimulai dengan keberangkatan kapal kontainer Mediterranean Shipping Company (MSC) ARIA III berbendera Monrovia.
Direktur Operasional PGT, Fian Indiyawanto, mengatakan kapal tersebut membawa muatan dari Patimban menuju Singapura, lalu ke Thailand hingga Shanghai, China.
“Memuat 1.800 TEUs dengan rute dari Singapura, Patimban kemudian ke Laem Chabang (Thailand) kemudian ke Shekou, Ningbo dan ke Shanghai. Kemudian dari Shanghai ke Laem Chabang, Singapura, Patimban, dan begitu seterusnya,” kata Fian di Kantor Pelabuhan Patimban, Subang, Kamis (9/7).
Fian menuturkan, layanan pelayaran kontainer untuk tahap awal akan beroperasi satu kali dalam sepekan. Dia menjelaskan kapal tersebut memuat berbagai komoditas pasar internasional mulai dari otomotif hingga barang konsumsi atau consumer goods.
“Intinya semua kargo yang bisa dikontainerkan,” katanya.
Berdasarkan laman resmi Japan International Cooperation Agency (JICA), pembangunan Pelabuhan Patimban didukung melalui pinjaman lunak Official Development Assistance (ODA) Jepang senilai sekitar 272,5 miliar yen.
Nilai tersebut terdiri atas pinjaman tahap pertama sebesar 118,9 miliar yen dan pinjaman tahap kedua sebesar 70,2 miliar yen yang disalurkan pada 2022.
Saat ini, PGT sebagai operator tengah mengkaji rute langsung Patimban-Amerika Serikat dan Patimban-Eropa.
“Tentunya juga berharap kita tidak hanya men-support untuk rute-rute yang di sekitar Indonesia, Asia, tapi juga long haul seperti ke Amerika maupun ke Eropa. Tapi ini sedang kita lakukan kajian lebih jauh,” jelasnya.
Sejauh ini, fokus pengembangan layanan masih diarahkan ke kawasan Asia. Terkait konflik yang masih terjadi di Timur Tengah, Fian memastikan kondisi tersebut belum berdampak terhadap pengembangan layanan di Patimban.
“So far tidak ada dampaknya karena saat ini kita fokus lebih service di Asia yang far east dulu,” ucapnya.
