Kumparan Logo

Trump Desak Xi Jinping Izinkan Akses Visa ke Pasar Pembayaran China

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump berbincang dengan Presiden China Xi Jinping saat hendak meninggalkan lokasi setelah kunjungan ke Taman Zhongnanhai di Beijing, China (15/5/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump berbincang dengan Presiden China Xi Jinping saat hendak meninggalkan lokasi setelah kunjungan ke Taman Zhongnanhai di Beijing, China (15/5/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS

Presiden AS, Donald Trump, mengatakan ia mengangkat isu pemberian akses yang lebih luas bagi Visa Inc. untuk menawarkan layanan pembayaran kepada konsumen dan bisnis China.

Mengutip Bloomberg, Jumat (15/5), “Saya berkata, ‘Bagaimana kalau mengizinkan Visa [di China]?’” kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News.

“Ngomong-ngomong, kami menghadirkan pimpinan Visa di sana hari ini. Visa adalah hal yang besar. Saya berkata, bagaimana dengan menggunakan Visa di China? Karena alasan tertentu, mereka ditolak, dan mungkin itu akan dicabut," imbuh Trump.

CEO Visa, Ryan McInerney, termasuk di antara kelompok sekitar 30 eksekutif perusahaan AS yang bergabung dengan delegasi Trump untuk kunjungan kenegaraan ke China.

Trump mengatakan ia menyela agenda pertemuan puncak yang direncanakan dengan mengundang para pemimpin perusahaan untuk memberikan presentasi tentang bisnis mereka di China, dan bahwa ia mendesak Xi untuk meningkatkan akses pasar.

Pertarungan jaringan pembayaran AS untuk masuk ke pasar pembayaran China daratan yang masif telah lama menjadi titik pertikaian dalam sengketa perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut.

China pada Juni 2015 mengizinkan penyedia kliring kartu bank asing untuk mendapatkan lisensi dengan mendirikan unit atau mengakuisisi perusahaan lokal, mengakhiri monopoli oleh China UnionPay Co. milik negara.

Mastercard pada tahun 2023 menjadi jaringan pembayaran asing pertama yang menerima persetujuan untuk kliring transaksi kartu bank berdenominasi yuan domestik di China melalui usaha patungan dengan mitra lokal NetsUnion, dan American Express telah mencapai kesepakatan untuk memulai bisnis kliring kartu bank dengan mitra China.

Namun, Visa belum menerima lisensi untuk beroperasi di negara tersebut. China memiliki 10,2 miliar kartu bank yang beredar pada akhir tahun 2025, dengan nilai transaksi mencapai total 963,6 triliun yuan (USD 142 triliun) tahun lalu, menurut People’s Bank of China.

instagram embed