Kumparan Logo

Vale Indonesia Optimistis Produksi Nikel Matte Capai 67.645 Ton pada 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aktivitas pabrik pengolahan Nikel milik PT Vale Indonesia (INCO) di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Foto: Angga Sukmawijaya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Aktivitas pabrik pengolahan Nikel milik PT Vale Indonesia (INCO) di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Foto: Angga Sukmawijaya/kumparan

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) optimistis bisa mencapai target produksi nikel matte sebesar 67.645 metric ton pada 2026. Optimisme ini didukung oleh rampungnya perbaikan tungku listrik atau Furnace III di Sorowako pada Juni 2026.

Wakil Presiden Direktur Vale Indonesia, Abu Ashar, mengatakan kinerja produksi pada semester I 2026 telah berjalan sesuai rencana. Bahkan, realisasi produksi nikel matte tercatat 1 persen di atas rencana produksi, meski sempat mengalami keterlambatan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pada Januari.

“Bagaimana dengan semester kedua? Kami lihat operasi produksi di semester pertama cukup stabil, perbaikan tungku listrik nomor 3 juga sudah selesai bulan Juni, keadaan nikel dari pertambangan cukup baik,” kata Abu saat Public Expose Live 2026 secara daring, Kamis (10/9).

Dengan selesainya pekerjaan perbaikan tungku serta kondisi kadar nikel dari tambang yang dinilai cukup baik, Abu melihat peluang untuk mengoptimalkan produksi pada semester II 2026.

Aktivitas tambang nikel di PT Vale Indonesia di kawasan Harapan East, Blok Sorowako. Foto: Angga Sukmawijaya/kumparan

Abu menjelaskan kadar nikel dari hasil pertambangan jadi faktor yang mempengaruhi efisiensi proses produksi di pabrik.

“Tapi dengan kadar nikel yang cukup baik tentunya, pabrik punya potensi atau peluang untuk dioptimalkan tentunya, harus mengembangkan proses produksinya, sehingga di semester kedua kami sangat optimis,” ujarnya.

Selain perbaikan Furnace III yang telah rampung, katanya, kadar nikel yang menjadi feeding dari kegiatan pertambangan ke pabrik juga cukup baik dan operasi pabrik berjalan stabil.

Dengan kondisi itu, Vale Indonesia tetap mempertahankan optimisme untuk mencapai target produksi nikel matte sepanjang 2026 sebesar 67.645 metric ton.

“Operasi di pabrik juga cukup stabil, sehingga kami optimis di tahun ini untuk mencapai target produksi tahunan 67.645 metric ton,” tutur Abu.