Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Lonjakan Harga Minyak

Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) ditutup bervariasi pada perdagangan Senin, (12/10). Indeks Nasdaq Composite terkoreksi akibat tekanan sektor teknologi, sementara Dow Jones berhasil menguat di tengah lonjakan harga minyak dunia dan kehati-hatian investor menanti rilis laporan keuangan perusahaan.
Mengutip Reuters, Nasdaq melemah 120,27 poin atau 0,44 persen ke level 27.245,90 dan S&P 500 turun tipis 4,30 poin atau 0,06 persen ke posisi 7.807,24. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average menguat 195,60 poin atau 0,38 persen ke level 51.850,55.
Lonjakan harga minyak hampir USD 2 per barel dipicu oleh serangan terhadap Bandara Internasional Riyadh di Arab Saudi pada akhir pekan. Kondisi ini kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan inflasi.
Di sisi lain, investor cenderung menahan diri menjelang rilis data inflasi konsumen, inflasi produsen, dan penjualan ritel AS periode September, serta laporan keuangan kuartal III dari bank-bank besar seperti Goldman Sachs, Citigroup, dan JPMorgan Chase pada Selasa, (13/10).
Secara sektoral, kenaikan harga minyak mendorong sektor energi melonjak 1,5 persen sebagai penopang S&P 500. Sebaliknya, sektor teknologi merosot 0,9 persen yang dipimpin oleh penurunan indeks semikonduktor Philadelphia sebesar 2,7 persen.
Meski sektor teknologi tertekan, saham Microsoft justru naik 1,1 persen berkat rencana penerapan cip kecerdasan buatan (AI) mandiri, disusul saham Meta yang melesat lebih dari 3 persen.
Pasar saat ini mencermati arah kebijakan Federal Reserve (The Fed). Pernyataan hawkish dari pejabat The Fed terkait pengendalian inflasi membuat peluang kenaikan suku bunga acuan bulan ini meningkat menjadi hampir 22 persen menurut analisis CME FedWatch.
