Kumparan Logo

Wall Street Ditutup Melemah, Investor Cermati Kenaikan Suku Bunga The Fed

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Wall Street Foto: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Wall Street Foto: Wikimedia Commons

Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (16/9). Pendorongnya adalah keputusan Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun.

Dikutip dari Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 631,33 poin atau 1,21 persen menjadi 51.461,78. Indeks S&P 500 (.SPX) melemah 33,59 poin atau 0,44 persen menjadi 7.552,14, sedangkan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 3,15 poin atau 0,01 persen menjadi 25.978,43.

Sebelumnya, ketiga indeks saham utama AS sempat menguat menjelang pengumuman The Fed. Saham-saham semikonduktor yang mengalami pemulihan turut menopang Nasdaq, yang banyak diisi perusahaan teknologi.

Namun, The Fed menyatakan keputusan kenaikan suku bunga tersebut diambil secara bulat. Bank sentral AS juga mengindikasikan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut dalam waktu dekat untuk mempercepat penurunan inflasi.

"Seperti yang diperkirakan secara luas, The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun," kata Chief Market Strategist Carson Group Ryan Detrick, dikutip dari Reuters, Kamis (17/9).

Federal Reserve. Foto: Shutterstock

Detrick menilai The Fed menunjukkan kesatuan dalam upaya melawan inflasi. Dia juga menyebutkan inflasi telah berada di atas target 2 persen selama lima tahun.

Pergerakan Wall Street turut dipengaruhi perkembangan konflik di Timur Tengah dan harga minyak mentah. Harga minyak turun setelah laporan bahwa Arab Saudi menawarkan tambahan kargo minyak mentah melalui Oman, sehingga meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan.

Harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak terdekat ditutup turun 3,2 persen. Sementara itu, harga minyak Brent melemah 2,7 persen.

Sektor energi S&P 500 menjadi sektor dengan penurunan terbesar, yakni 3 persen. Saham Chevron turun 2,9 persen, Exxon Mobil melemah 3,5 persen, sedangkan Devon Energy dan ConocoPhillips masing-masing turun lebih dari 5 persen.

Di sisi lain, sektor teknologi menjadi sektor dengan kinerja terbaik di antara 11 sektor utama S&P 500. Indeks saham semikonduktor (.SOX) naik 0,6 persen.

Saham Intel melonjak 4 persen setelah laporan menyebutkan SK Hynix asal Korea Selatan tengah membahas kerja sama dengan perusahaan tersebut terkait manufaktur chip memori di AS. Saham SK Hynix yang tercatat di bursa AS juga naik 0,6 persen.

Saham Boeing turun 3,7 persen setelah CEO Kelly Ortberg mengatakan stabilisasi tingkat produksi pesawat 737 MAX menjadi 47 unit per bulan membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan.