BNNK Karawang Bentuk IBM Desa Sirnabaya, Upaya Menjangkau Penyalahguna Narkoba

Informasi Kegiatan P4GN BNN Kabupaten Karawang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari BNNK Karawang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

KARAWANG — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karawang mendorong penguatan layanan rehabilitasi yang semakin dekat dengan masyarakat melalui pembentukan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur.
Rapat pembentukan IBM dilaksanakan di Kantor Desa Sirnabaya, Rabu (16/9/2026), dan dihadiri 20 peserta dari unsur pemerintah, masyarakat, layanan kesehatan, aparat kewilayahan, serta dunia usaha.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Telukjambe Timur Ade Setiawan, Kepala Desa Sirnabaya Wirya Suryatna, Kepala BNNK Karawang Fathurrohman, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Puskesmas Telukjambe Timur, lima calon Agen Pemulihan (AP), perwakilan perusahaan, PKK, serta Tim Rehabilitasi BNNK Karawang.
Pembentukan IBM merupakan bagian dari upaya menghadirkan negara lebih dekat kepada korban penyalahgunaan narkoba, terutama mereka yang belum terjangkau layanan rehabilitasi formal.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip community-based treatment yang didorong UNODC, yakni layanan diberikan sedekat mungkin dengan tempat tinggal orang yang terdampak penyalahgunaan dan ketergantungan narkoba, dengan memanfaatkan sumber daya keluarga dan masyarakat.
UNODC juga menggambarkan layanan berbasis masyarakat sebagai suatu rangkaian yang dapat dimulai dari penjangkauan, identifikasi awal, dukungan dasar dan intervensi singkat, kemudian dilanjutkan dengan rujukan apabila seseorang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Dalam rapat tersebut, Tim Rehabilitasi BNNK Karawang memperkenalkan mekanisme IBM sekaligus memperkuat peran lima calon Agen Pemulihan. Mereka dipersiapkan menjadi ujung tombak di tingkat desa untuk melakukan edukasi, deteksi dini, pendampingan, serta membantu menghubungkan masyarakat dengan layanan rehabilitasi yang dibutuhkan.
Kepala BNNK Karawang Fathurrohman menekankan bahwa penanganan persoalan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan keberadaan fasilitas rehabilitasi. Diperlukan jejaring yang mampu menjangkau masyarakat hingga lingkungan terdekatnya.
Karena itu, rapat juga memetakan jejaring pendukung yang melibatkan pemerintah desa, puskesmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dunia usaha, dan unsur masyarakat.
Melalui IBM Desa Sirnabaya, layanan pemulihan diharapkan tidak berhenti di ruang rehabilitasi, tetapi hadir di tengah masyarakat sebagai bentuk kepedulian negara untuk membuka jalan pemulihan bagi mereka yang membutuhkan.
