Sanata Dharma Jadi Tuan Rumah Kongres Alumni Jesuit Dunia XI WUJA 2026

Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Pendidikan Guru Sekolah Dasar Mentawai
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Boas Sababang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hendra Hudiono Tegaskan Persaudaraan Alumni Jesuit Dunia di Auditorium Sanata Dharma
Yogyakarta — Kongres XI World Union of Jesuit Alumni (WUJA) 2026 resmi dibuka di Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma (USD), Yogyakarta, pada Rabu (30/7/2026) pagi. Dalam sambutan pembukaannya, Hendra Hudiono, Ketua Federasi/Perkumpulan Alumni Kolese Jesuit Indonesia, menegaskan bahwa jarak geografis tidak pernah menjadi penghalang bagi ikatan persaudaraan alumni Jesuit di seluruh dunia.
Kongres yang berlangsung 29 Juli–2 Agustus 2026 ini mengusung tema "United in Spirit, Leading with Purpose" dan menjadi momentum bersejarah karena menandai 70 tahun perjalanan WUJA sejak didirikan pada 1956. Sebagai satu-satunya universitas Jesuit di Indonesia, USD dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kongres yang dihadiri delegasi dari 57 negara, menjadikannya pertemuan alumni Jesuit terbesar yang pernah digelar di Indonesia.
Sambutan Hendra Hudiono: "Jarak Bukan Penghalang Persaudaraan"
Dalam pidatonya, Hendra menyambut para delegasi yang datang dari berbagai penjuru dunia, termasuk Superior General Serikat Yesus, Pastor Arturo Sosa, S.J., serta jajaran pemimpin Jesuit dan alumni global. Ia menekankan bahwa pertemuan di Yogyakarta bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat jaringan, menghidupkan kembali semangat kebersamaan, dan menegaskan kembali misi alumni Jesuit sebagai pribadi-pribadi yang hadir untuk sesama.
"Jarak geografis tidak pernah menjadi penghalang bagi ikatan yang kami miliki sebagai alumni Jesuit," ujar Hendra Hudiono dalam sambutannya, menandai nada utama kongres yang mengangkat solidaritas lintas negara sebagai kekuatan utama komunitas alumni Jesuit.
Hendra juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada para alumni dari Indonesia maupun dari berbagai negara lain. Ia menyebut momentum ini sebagai kesempatan untuk kembali terhubung, memperkuat jejaring, dan menyalakan semangat pelayanan yang menjadi ciri khas pendidikan Jesuit. Pesan itu memperlihatkan bahwa kongres ini tidak hanya membangun nostalgia, tetapi juga meneguhkan tanggung jawab sosial para alumni di tengah tantangan zaman.
"Persiapan menuju WUJA 2026 tidak dapat direduksi hanya pada kebutuhan teknis atau finansial. Yang kita butuhkan bukan sekadar sponsor, melainkan 'partners in civilization', mitra yang bersedia bekerja sama menjawab tantangan global," tegas Hendra dalam salah satu
Persaudaraan Lintas Batas dan Generasi Baru Alumni
Kongres WUJA 2026 digelar di bawah tema "United in Spirit, Leading with Purpose", sebuah tema yang menegaskan pentingnya persatuan spiritual sekaligus arah kepemimpinan yang jelas dan berdampak. Acara ini berlangsung di Sanata Dharma University, Yogyakarta, yang sejak awal diposisikan sebagai tuan rumah pertemuan global alumni Jesuit.
Hadirnya sekitar 123 alumni muda dari berbagai negara, termasuk Indonesia, juga menjadi sorotan dalam pembukaan kongres. Kehadiran generasi baru itu menunjukkan bahwa WUJA tidak hanya ingin merawat warisan lama, tetapi juga menyiapkan kader masa depan yang mampu menerjemahkan nilai-nilai Jesuit ke dalam kerja nyata.
Fenomena ini sejalan dengan semangat WUJA yang ingin memperkuat jaringan alumni Jesuit global melalui dialog bermakna, sesi kolaboratif, dan aksi yang berakar pada nilai Ignasian. Dalam dokumen persiapan kongres, WUJA 2026 disebut sebagai "lebih dari sekadar acara—ini adalah gerakan menuju pembelajaran seumur hidup, pelayanan, dan kepemimpinan yang berakar
Yogyakarta Sebagai Ruang Perjumpaan Budaya dan Spiritualitas
Pemilihan Yogyakarta sebagai tuan rumah memperkuat simbolisme acara ini. Kota ini dikenal luas sebagai pusat pendidikan, kebudayaan, dan perjumpaan lintas gagasan. Dengan Auditorium Driyarkara USD sebagai lokasi pembukaan, kongres menghadirkan makna tambahan: rumah pendidikan Jesuit di Indonesia menjadi titik temu alumni Jesuit dunia.
Sebelumnya, keputusan menjadikan Yogyakarta sebagai tuan rumah WUJA 2026 diambil pada Kongres ke-10 WUJA di Barcelona. Jalan menuju
Hendra Hudiono, dalam salah satu pernyataan menjelang kongres, juga bahwa salah satu agenda unggulan WUJA di Yogyakarta adalah dialog lintas agama, termasuk kunjungan ke Muhammadiyah, mengingat Yogyakarta merupakan pusat gerakan tersebut. Ini menunjukkan bahwa kongres tidak hanya internal bagi alumni Jesuit, tetapi juga membuka ruang dialog dengan tradisi keagamaan lain di Indonesia.
Sejumlah publikasi menjelang kongres menyebut WUJA 2026 sebagai forum konsolidasi global yang menekankan identitas alumni, jejaring internasional, dan aksi sosial berbasis nilai Ignasian. Dengan demikian, Yogyakarta bukan hanya latar acara, melainkan bagian dari pesan yang ingin disampaikan: bahwa pendidikan, spiritualitas, dan kepemimpinan dapat bertemu dalam satu ruang yang sama.
Agenda Unggulan: Dari Ganjuran hingga Prambanan dan Borobudur
Kongres WUJA 2026 dirancang tidak hanya sebagai forum pertemuan, tetapi sebagai gerakan untuk memperkuat jaringan alumni Jesuit global, mendorong dialog bermakna, dan mengaksi nilai-nilai Ignasian dalam kepemimpinan dan pelayanan. Beberapa agenda unggulan kongres meliputi:
Misa Pembuka di Gereja Ganjuran, yang dikenal sebagai perpaduan indah antara tradisi Jawa dan iman Katolik.
Gala Dinner 70 Tahun di Candi Prambanan, merayakan tujuh dekade perjalanan WUJA dalam setting warisan budaya dunia.
Imersi spiritual di Candi Borobudur, candi Buddha terbesar di dunia, sebagai ruang refleksi lintas tradisi spiritual.
Sesi plenaria, panel, dan lokakarya untuk membahas isu-isu global dan masa depan komunitas alumni Jesuit.
Yogyakarta—kota tempat budaya, spiritualitas, dan pendidikan bertemu—ditawarkan sebagai latar yang tepat untuk refleksi, koneksi, dan pembaruan. Seperti tertulis dalam materi promosi kongres: "Dari jantung Yogyakarta, Indonesia, marilah kita saling menginspirasi untuk memimpin dengan hati nurani, kasih sayang, dan komitmen menuju yang lebih baik
WUJA: Sejarah Singkat dan Peran Yogyakarta
World Union of Jesuit Alumni (WUJA) merupakan wadah alumni sekolah dan universitas Jesuit di seluruh dunia. Organisasi ini telah berjalan selama 70 tahun, sejak 1956, dan kongres dunia diadakan secara berkala untuk memperkuat identitas, jaringan, dan misi alumni Jesuit.
Kongres ke-11 ini diputuskan diadakan di Yogyakarta sejak Kongres ke-10 di Barcelona. Pemilihan Yogyakarta bukan hanya karena keberadaan institusi pendidikan Jesuit yang kuat—seperti SMA Kanisius, SMA De Britto, dan Universitas Sanata Dharma—tetapi juga karena kemampuan kota ini menjadi ruang perjumpaan budaya, spiritualitas, dan pendidikan—sesuai dengan semangat WUJA.
Dalam konteks Indonesia, WUJA 2026 juga menjadi momentum penting untuk menunjukkan peran alumni Jesuit dalam berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, pelayanan sosial, hingga ruang publik. Kongres ini diharapkan melahirkan "keberanian baru" untuk menjawab tantangan dunia yang diuji oleh kecurigaan, jarak sosial, luka ekologis, dan nilai-nilai yang terpecah.
Refleksi Kepemimpinan Ignasian di Tengah Tantangan Global
Tema "United in Spirit, Leading with Purpose" menurut para penyelenggara beresonansi dengan semangat kepemimpinan Ignasian: bersatu dalam semangat, namun memimpin dengan tujuan yang jelas dan berorientasi pada pelayanan. Dalam salah satu dokumen kongres, tema ini dijelaskan sebagai ajakan untuk memperkuat jaringan global alumni Jesuit melalui dialog bermakna, sesi kolaboratif, dan aksi yang berakar pada nilai Ignatian.
Nilai-nilai inti yang ditekankan dalam kongres meliputi:
Refleksi kritis terhadap cara kita melihat dunia sebelum berusaha mengubahnya.
Pelayanan yang konkret, bukan sekadar retorika.
Solidaritas lintas batas, baik geografis maupun kultural.
Kepemimpinan yang rendah hati, yang mampu mendengar dan bertindak dengan tanggung jawab
Dalam perspektif ini, WUJA 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk "berkumpul", tetapi juga untuk merumuskan arah bersama dalam menghadapi tantangan global seperti
Dampak bagi Pendidikan Jesuit di Indonesia
Sebagai tuan rumah, Universitas Sanata Dharma dan jaringan pendidikan Jesuit di Indonesia mendapatkan panggung global yang jarang terjadi. Kongres ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kontribusi institusi Jesuit di Indonesia dalam membentuk alumni yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berorientasi pada pelayanan dan keadilan sosial.
Jejak panjang institusi seperti SMA Kanisius, SMA De Britto, hingga USD sendiri disebut sebagai tempat yang telah "menabur benih pengetahuan, menumbuhkan kekuatan karakter, dan mengutus generasi ke dunia untuk berkarya". Dalam konteks ini, kongres memperkuat posisi Yogyakarta bukan hanya sebagai tuan rumah, tetapi sebagai ruang hidup di mana nilai-nilai Jesuit—refleksi, pelayanan, dan solidaritas—terus
Bagi alumni muda Indonesia, kehadiran sekitar 123 alumni muda dari berbagai negara dalam kongres ini juga menjadi peluang untuk membangun jaringan internasional, belajar dari pengalaman alumni di negara lain, dan menyiapkan diri untuk menerjemahkan nilai-nilai Jesuit ke dalam kerja nyata di Indonesia.
WUJA 2026: Lebih dari Sekadar Rapat, Tapi Gerakan
Kongres WUJA 2026 dirancang tidak hanya sebagai forum pertemuan, tetapi sebagai gerakan untuk memperkuat jaringan alumni Jesuit global, mendorong dialog bermakna, dan mengaksi nilai-nilai Ignasian dalam kepemimpinan dan pelayanan. Seperti ditegaskan dalam materi kongres: "Ini lebih dari sekadar sebuah peristiwa—ini adalah gerakan menuju pembelajaran seumur hidup, pelayanan, dan
Beberapa tujuan strategis kongres antara lain:
Memperkuat identitas alumni Jesuit di tingkat global.
Membangun jejaring internasional yang lebih solid dan responsif terhadap tantangan zaman.
Merumuskan arah bersama dalam menerjemahkan nilai-nilai Ignasian ke dalam aksi sosial, pendidikan, dan kepemimpinan.
Menyiapkan generasi baru alumni yang mampu membawa semangat "men and women for others" ke dalam berbagai sektor strategis.
Dalam konteks ini, WUJA 2026 menjadi pengingat bahwa alumni Jesuit tersebar di banyak sektor strategis, mulai dari pendidikan, pelayanan sosial, hingga ruang publik. Dalam forum seperti ini, jaringan global itu dirawat agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.
Penutup: Yogyakarta Sebagai Titik Temu Dunia
Kongres XI WUJA 2026 di Yogyakarta menjadi pengingat bahwa alumni Jesuit tersebar di banyak sektor strategis, mulai dari pendidikan, pelayanan sosial, hingga ruang publik. Dalam forum seperti ini, jaringan global itu dirawat agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.
Seperti harap para penyelenggara, semoga kota ini menjadi tempat di mana persatuan menemukan iramanya, kepemimpinan menemukan tujuannya, dan pengabdian menemukan jalan pulang kepada kemanusiaan. Dari Yogyakarta, pesan itu digaungkan ke dunia: bahwa pendidikan, spiritualitas, dan kepemimpinan dapat bertemu dalam satu ruang yang sama, untuk kebaikan yang lebih luas.
Oleh: Boas Sababang
