Pemkab Teluk Wondama Apresiasi Inovasi Hilirisasi Pala TEP UI

Reseacher (Peneliti) Universitas Indonesia Arkeologi
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Bobbi Indra Yoga tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pada Selasa (27/10/2026), Rumah Produksi “maPala” di Werianggi menerima kunjungan kerja resmi dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Perindagkop).
Kunjungan strategis ini turut dihadiri oleh UPT Transmigrasi Felisianus Lefteuw serta perwakilan Tim Patriot Universitas Indonesia yang meliputi Tim 01, Tim 05, Tim 07, Tim 11, Tim 15, dan Tim 20.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif untuk mendorong penguatan ekonomi perdesaan, khususnya dalam hal pengembangan rantai pasok dan hilirisasi komoditas unggulan lokal berupa pala asli Papua di kawasan transmigrasi Werianggi-Werabur.
Inovasi produk pada rumah produksi maPala antara lain:
Pala Bubuk Asli Papua (Kemasan Pouch Zipper)
Inovasi Pengemasan & Higienitas: Produk rempah tradisional berupa pala kini dikemas secara modern menggunakan stand-up pouch dengan sistem penutup zipper (kedap udara). Hal ini menjaga aroma, kualitas, serta daya tahan produk agar tetap higienis dan praktis disimpan oleh konsumen.
Branding & Identitas Lokal: Desain label menonjolkan identitas asal produk (“Asli Papua”) dengan visual khas pegunungan dan rumah adat, mengangkat potensi spesifik daerah ke pasar komersial.
Pellet Penyala Bara Api / Fire Starter Cube maPala
Inovasi Pemanfaatan Limbah (Zero Waste): Produk ini merupakan inovasi kreatif pemanfaatan limbah sisa pengolahan (seperti cangkang pala atau biomassa lokal) yang diolah kembali menjadi produk energi alternatif berdaya guna tinggi.
Fungsi Praktis: Berfungsi sebagai fire starter cube atau bahan penyala bara api instan dengan slogan “Nyalakan Api dengan Mudah”. Produk ini dirancang praktis, cepat, dan efisien untuk membantu penyalaan bahan bakar atau kebutuhan memasak/perapian.
Diversifikasi Produk: Menunjukkan bahwa pengembangan komoditas pala tidak hanya berfokus pada sektor pangan (bumbu dapur), tetapi juga merambah sektor energi biomassa penunjang rumah tangga maupun aktivitas luar ruang.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan Dinas Perindagkop bersama UPT Transmigrasi Felisianus Lefteuw dan Tim Patriot UI meninjau langsung fasilitas pengolahan, standar kualitas produk turunan pala (seperti pala bubuk dan produk olahan lainnya), serta berdiskusi dengan para pelaku lokal terkait tantangan dan prospek pengembangan usaha mikro.
Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan komitmen bersama antara pemerintah daerah, pengelola kawasan transmigrasi, dan akademisi dalam mendampingi masyarakat setempat. Pendampingan ini difokuskan pada peningkatan daya saing produk lokal, pemenuhan standar mutu, hingga perluasan akses pasar agar produk “maPala” dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.
Melalui sinergi ini, Rumah Produksi “maPala” yang di bina oleh Tim 8 UI yang diketuai oleh Dr. Rambat Lupiyoadi, S.E,. M.E diharapkan dapat terus berkembang menjadi pusat pengolahan komoditas unggulan yang mandiri, memberdayakan masyarakat lokal, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian di Kabupaten Teluk Wondama dan sekitarnya.
