Panpel Persib : Kami Tidak Melarang Pedagang Berjualan, Tapi...

Akun resmi bobotoh.id
Tulisan dari bobotoh.id tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Panitia Pelaksana (panpel) pertandingan Persib Bandung mendapat banyak pertanyaan terkait masalah Padagang Kaki Lima (PKL) yang berada di stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat pertandingan Persib. General Coordinator Panpel Persib, Budi Bram Rachman menegaskan, pada prinsipnya, pihaknya tidak pernah melarang kepada para pedagang asongan, PKL ataupun jenis apapun untuk berjualan di sekitaran stadion tersebut. Ieu Rame Lur : 4 Pertandingan, Persib Sudah Menyakuan 13 Kartu Kuning"Tapi setelah kami berkonsultasi dengan berbagai pihak, diantaranya pihak kepolisian, pengelola dan Satpol PP, bahwa pedagang-pedagang itu sebetulnya dilarang apabila memang bukan peruntukkannya untuk berjualan. Salah satunya di dalam tribun stadion," kata Bram di Grha Persib, Jumat (20/4/2018). Bram juga menjelaskan mengapa ada pelarangan kepada para pedagang tersebut untuk berjualan di tribun GBLA. Ia mengatakan hal itu untuk mengurangi atau meminimalisir pelemparan-pelemparan yang kadang terjadi di laga Persib. "Karena kan lucu, untuk setiap penonton yg sudah membeli tiket ketika masuk ke dalam tribun itu selalu dipindahkan dari botol ke plastik. Sementara didalam masih ada penjual atau pedagang yang menjual minuman dalam kemasan botol," ujar Bram. Pria lulusan salah satu universitas negeri di Bandung inipun mengatakan, pelarangan tersebut tak lepas dari adanya kritikan yang dilontarkan kepada panpel Persib. "Kenapa diluar kita si botol ini disuruh pake plastik tapi di dalam masih banyak dalam kemasan botol," imbuh Bram. "Ini berkaca pada kritikan itu, makanya kami berkonsultasi ke pihak kepolisian maupun pengelola. Bahwa memang menurut salah satu pejabat dari Satpol PP bahwa didalam tribun stadion itu tidak ada peruntukannya untuk berjualan," paparnya. Bram juga belum bisa menjamin jika botol-botol tersebut akan 'menghilang' di laga Persib. Akan tetapi pihaknya akan terus berusaha untuk melakukan tindakan-tindakan agar botol-botol tersebut tidak ada lagi di dalam tribun. Sehingga tidak ada lagi pelemparan botol saat pertandingan. "Kami akan berupaya bahwa pedagang-pedagang itu akan kami sisir sebelum pertandingan supaya tidak ada yang berjualan. Teknisnya seperti apa diserahkan ke pihak Satpol PP maupun keamanan internal," terang Bram.Ketika disunggung apakah air minum dalam kemasan lain, contoh: gelas plastik bisa dibawa ke dalam tribun, Bram mengatakan jika pihaknya tidak merinci terkait jenisnya. "Kalau peruntukan berjualan kita tidak bisa merinci apa saja yang boleh dan tidak. Setiap pedagang asongan itu kita upayakan supaya tidak berjualan di tribun stadion GBLA. Jadi sebelum kami sweeping, benar-benar sebelum kami tindak tegas, makanya kami imbau untuk para pedagang asongan ini, silakan bejualan di sekitar stadion GBLA tapi tidak berjualan di tribun," katanya. Bram juga tidak mengatahui apakah para pedagang ini terorganisir atau tidak. Kita gatau itu terorganisir atau tidak. "Kita minta bantuannyalah dari pihak pengelola, agar para pedagang ini benar-benar diingatkan supaya tidak berjualan di tribun," pungkasnya. (bobotoh.id/HL/AR)
(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)})(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga');ga('create', 'UA-45987819-2', 'auto');ga('send', 'pageview');
