Seni Retorika: dalam Menyampaikan Khotbah

Mahasiswa Program Studi Jurnalistik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Boby Darmawan aziz tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilmu dalam Retorika dikenal ada tiga macam pengertian. Pertama, seni berbicara (the art of speech). Kedua, seni membujuk atau memengaruhi khalayak pendengar (the art of persuasion). Ketiga, seni berbicara efektif (the art of using language).
Secara simpel, retorika yang digunakan penceramah adalah seni berbicara memukau (the art of speech). Retorika ini berlaku untuk bentuk ceramah informatif.
Dalam Seni berbicara memukau, kerap disampaikan oleh penceramah melalui media visual atau audio-visual. Jadi seni berbicara adalah menyampaikan gagasan, informasi, dan harapan oleh seorang pembicara kepada pendengar secara lisan yang memiliki unsur estetika dan manfaat dalam kehidupan.
Sementara, bentuk ceramah informatif adalah ceramah yang berisi informasi untuk menambah pengetahuan ilmu para pendengar.
Seni berbicara memukau penting digunakan dalam bentuk ceramah informatif. Sebab ceramah informatif bertujuan menyampaikan kabar, informasi, atau berita penting kepada khalayak pendengar.
Misalnya informasi soal agama, pendidikan, kesehatan yang harus disampaikan secara informatif dan komunikatif dengan seni berbicara memukau dan meyakinkan.
Kesimpulannya, retorika penceramah adalah seni berbicara dihadapan publik atau jamaah. Penceramah agama secara informatif menyampaikan pesan dakwah seperti akidah, ibadah, dan akhlak agar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan berbeda disampaikan para penceramah pada bidang pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Namun intinya ceramah disampaikan secara estetik, menarik, dan informatif.
