ABK Ikut MilkLife Athletics Challenge, Kesetaraan Melawan Sentimen Negatif

Kesetaraan melawan sentimen negatif diperlihatkan oleh tiga anak berkebutuhan khusus (ABK) dari SLB N Purwosari, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Ketiganya ikut unjuk kebolehan di lintasan atletik dengan turun di nomor lari 60 meter putri KU 12 ajang MilkLife Athletics Challenge 2026.
Tampil di hadapan para penonton di Supersoccer Arena, pada Kamis (16/7), ketiga siswi itu tak gentar. Mereka seakan mau menunjukkan kalau mereka bisa. Di atas lintasan atletik, ketiganya seakan tak berbeda dari peserta lainnya.
Ketiga siswi itu seakan melawan batas. Mereka adalah Emilia Hermawan, Ailee Calista Alyarafani, dan Raisya Anggun Anandita. Ketiganya tuna rungu.
Sebelumnya, pihak SLB N Purwosari juga telah mengikutsertakan siswinya yang bernama Hanifah Anisa Putri untuk berlomba lari nomor 40 meter U10 pada Rabu (15/7) kemarin. Ia berkebutuhan khusus tuna rungu.
Sebanyak tiga peserta yang berlomba hari ini didampingi oleh guru di garis start. Selebihnya, mereka menyelesaikan sendiri untuk berlari menuju garis finish.
Ketiganya berhasil mencapai garis finish. Bahkan, dua di antaranya finish di posisi tengah. Hanya satu anak yang finish di posisi paling akhir.
Guru Kelas SLB N Purwosari, Wismono Muji Nugroho, mengatakan ketiga siswinya diikutkan perlombaan untuk mengasah kemampuan.
"Kami ingin memperlihatkan kalau anak-anak berkebutuhan khusus ini bisa. Mereka juga memiliki potensi seperti anak-anak lainnya," katanya kepada kumparan, Kamis (16/7).
Wismono menjelaskan, ketiganya secara fisik setara dengan peserta lainnya ketika berdiri di lintasan atletik. Ia percaya anak didiknya itu setara dengan anak-anak pada umumnya.
Komunikasi dengan ketiga siswinya yang tuna rungu tetap berjalan tanpa ada kendala. Berkomunikasi dilakukan menggunakan bahasa isyarat.
"Saat latihan maupun berlomba, komunikasi dan memberikan instruksi menggunakan bahasa isyarat gerakan tangan," terangnya.
Ia mengapresiasi ketiganya yang berhasil menyelesaikan perlombaan. Kesetaraan seakan ditunjukkan oleh trio srikandi yang datang dengan keterbatasan.
"Mereka berhasil menunjukkan kalau memiliki potensi dan setara dengan yang lainnya," ucapnya.
Ketiga siswinya, lanjut Wismono, memiliki mental dan keinginan yang kuat untuk berkompetisi. Itu ditunjukkan saat berlatih setiap hari hingga berlaga di hari ini pada ajang MilkLife Athletics Challenge 2026.
"Penonton di tribun sempat kaget kok ada anak berkebutuhan khusus ikut lomba. Hal inilah yang ingin kami tunjukkan kalau mereka bisa dan mereka setara. Mau dia tuna rungu atau tuna wicara bisa ikut serta," ujarnya.
Pihaknya berterima kasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation yang telah menyelenggarakan acara ini. Bahkan event atletik ini juga diperbolehkan diikuti peserta berkebutuhan khusus.
"Terima kasih Bakti Olahraga Djarum Foundation yang telah menyelenggarakan acara ini dan tidak membedakan antara peserta umum atau peserta berkebutuhan khusus. Semoga acara semacam ini terus ada," imbuhnya.
Koordinator Teknis Lomba MilkLife Athletics Challenge 2026, Noor Akhmad mengatakan, anak berkebutuhan khusus diperbolehkan untuk ikut serta. Menurutnya, tidak ada ketentuan yang melarang.
"Mereka diperbolehkan untuk ikut dengan didampingi gurunya saat di garis start. Ini sebagai kesetaraan untuk mereka sekaligus memberikan kesempatan untuk berprestasi," tandasnya.
Reporter: Vega Maarijil Ula
