Kumparan Logo
Konten Media Partner

Cerita Suporter PSS Jual Motor hingga Sugar Glider demi Biaya Away ke Bali

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suporter PSS Sleman. Foto: Dok. PSS Sleman
zoom-in-whitePerbesar
Suporter PSS Sleman. Foto: Dok. PSS Sleman

Berbagai cara dilakukan suporter PSS Sleman untuk mengumpulkan biaya away ke Bali. Menjelang laga tandang perdana PSS pada Super League 2026/27, sejumlah suporter menjual hingga menggadaikan barang pribadi, mulai dari pakaian, elektronik, kendaraan bermotor, hingga hewan peliharaan.

PSS Sleman akan menghadapi Bali United pada laga pembuka Super League 2026/27 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (4/9/2026). Laga tersebut sekaligus menjadi pertandingan tandang pertama PSS pada musim ini.

Jual Barang Pribadi untuk Sangu ke Bali

Upaya mengumpulkan biaya perjalanan dilakukan sejumlah suporter melalui media sosial. Salah satunya melalui akun X @UGDforPSS1976 dengan tagar #UGDforPSS.

Dalam unggahannya, suporter yang ingin menjual atau menggadaikan barang diminta mencantumkan foto barang, harga yang wajar, kontak yang bisa dihubungi, serta tagar #UGDforPSS. Barang yang ditawarkan beragam, mulai dari pakaian, sepatu, pengering rambut, setrika, iPhone, hingga kendaraan bermotor.

Ada pula suporter yang menawarkan hewan peliharaan berupa sugar glider. Gundil menjadi salah satu suporter yang menjual dua ekor sugar glider jenis creamino bermata merah. Dua sugar glider tersebut akhirnya terjual dengan harga Rp800 ribu.

Suporter PSS Sleman menjual peliharaan sugar glider untuk biaya away ke Bali. Foto: Dok. Istimewa

Gundil mengatakan uang hasil penjualan tersebut digunakan untuk menambah biaya perjalanan ke Bali. Ia berencana berangkat bersama dua rekannya dengan menggunakan kereta, sementara sebagian suporter PSS lainnya berangkat bersama rombongan.

“Memang saya jual karena untuk sangu, Mas. Sangu ke Bali,” kata Gundil saat dihubungi Pandangan Jogja, Senin (31/8).

Sofa Lama Dijual untuk Tambahan Biaya Away

Cerita serupa dilakukan pemilik akun X @swanrebel14. Ia menawarkan sebuah sofa yang sudah tidak digunakan di rumahnya untuk menambah biaya keberangkatan ke Bali.

Hingga wawancara dilakukan, sofa tersebut belum terjual. Ia mengatakan keberangkatannya akan menyesuaikan situasi karena rombongan yang hendak berangkat bersama sudah menutup slot.

Sofa tersebut dibelinya sebelum menikah. Setelah menikah, ia membeli sofa lain yang dianggap lebih sesuai sehingga sofa lama tersebut tidak lagi digunakan.

“Sofa tak jual dulu beli sebelum nikah, terus beli sofa yang lebih proper lagi. Yang ini nganggur masuk packing. Daripada gak dipakai bisa buat sangu misal bisa away,” ujarnya ke Pandangan Jogja.

Suporter PSS Sleman menjual sofa untuk biaya away ke Bali. Foto: Dok. Istimewa

Kecintaannya terhadap PSS sudah berlangsung sejak ia duduk di bangku sekolah dasar. Ia mulai mengenal PSS sekitar 2003–2004 ketika duduk di kelas IV SD.

Saat itu, ia mengetahui PSS dari kakak kelas yang menonton pertandingan dan mengikuti konvoi. Ia kemudian mulai menyaksikan pertandingan PSS di Stadion Mandala Krida. Salah satu pertandingan pertamanya yang ia tonton adalah laga Liga Bank Mandiri antara PSS dan PSPS. Sementara salah satu pertandingan terakhir yang ia saksikan di Mandala Krida adalah ketika PSS menghadapi Barito Putera.

Ambil Cuti untuk Away Perdana PSS

Kembalinya kesempatan suporter tandang setelah larangan suporter tamu dicabut ILeague menjadi salah satu momentum yang disambut suporter PSS.

Andri menilai kehadiran suporter penting untuk membangun atmosfer pertandingan sekaligus menjadi ruang bersilaturahmi dengan suporter klub lain.

“Sepak bola tanpa suporter kayak nggak ada gairahnya,” ujarnya.

Suporter PSS Sleman. Foto: Dok. PSS Sleman

Untuk laga di Bali, pemilik sofa tersebut tetap mengambil cuti kerja pada Jumat dan Sabtu. Namun, ia tidak berencana memperpanjang perjalanan untuk berlibur dan memilih langsung kembali setelah pertandingan.

“Jumat-Sabtu lumayan, tapi in this economy datang nonton selesai pulang. Sekalian liburan lagi nggak musim duit,” katanya.

Laga Bali United kontra PSS Sleman akan menjadi pembuka Super League 2026/27 sekaligus laga tandang pertama PSS pada musim ini. Sejumlah suporter pun menyiapkan biaya perjalanan dengan menjual barang pribadi agar dapat hadir langsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta.