Melihat Asrama PB Djarum, Fasilitas Impian Pebulu Tangkis Muda Indonesia

kumparanSPORTverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Orang tua dan anak melihat kantin untuk atlet saat mengikuti Tour Asrama PB Djarum yang digelar di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (9/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Orang tua dan anak melihat kantin untuk atlet saat mengikuti Tour Asrama PB Djarum yang digelar di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (9/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Tur Asrama PB Djarum dihadirkan di tengah-tengah Audisi Umum PB Djarum 2026. Para peserta bersama orang tuanya antusias mengikuti tur yang berlangsung pada Rabu (9/9) siang WIB.

Orang tua bersama anak memulai tur dengan start di lobby GOR Djarum Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Mereka kemudian berkeliling ke belakang menuju asrama putra dan asrama putri. Mereka tampak antusias karena berharap bisa terpilih lolos audisi dan memanfaatkan fasilitas untuk mengasah diri jadi calon juara masa depan.

Kepala Asrama PB Djarum, Dharma Gunawi, juga menunjukkan bangunan gedung yang nantinya akan digunakan untuk tempat karantina atlet yang lolos Audisi Umum PB Djarum 2026. Tur Asrama PB Djarum itu bertujuan memberikan motivasi kepada calon atlet.

"Kami berkeliling untuk mengenalkan Asrama PB Djarum kepada orang tua dan anak. Terutama bagi anak-anak supaya mereka termotivasi melihat atlet-atlet PB Djarum beserta fasilitas yang tersedia di sini," katanya saat diwawancarai kumparan, Rabu (9/9).

Orang tua dan anak mengikuti Tur Asrama PB Djarum yang digelar di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (9/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Ia kemudian mengarahkan peserta tour yang terdiri dari orang tua dan atlet ke area Hall of Fame. Area Hall of Fame ini memasang foto legenda bulu tangkis Indonesia yang berasal dari klub bulu tangkis PB Djarum.

"Hall of Fame ini bentuk penghargaan dari PB Djarum kepada para atletnya yang kini menjadi legenda bulutangkis. Ini sekaligus juga memberi motivasi untuk adik-adik supaya bersemangat meraih prestasi," terangnya.

Wajah legenda bulu tangkis yang berada di Hall of Fame didasarkan pada tujuh pertandingan bulu tangkis di dunia. Salah satu syaratnya yakni harus menjadi juara.

"Ada tujuh pertandingan yang menjadi tolak ukur. Yakni Thomas Cup, Uber Cup, Sudirman Cup, All England, Juara Dunia, Olimpiade dan rangking BWF harus peringkat satu. Tolok ukurnya minimal bisa juara di satu ajang itu," jelasnya.

Orang tua dan anak melihat kamar atlet mengikuti tur Asrama PB Djarum yang digelar di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (9/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Selanjutnya, rombongan peserta Tour Asrama PB Djarum berlanjut ke Plaza. Di situ terdapat nama legenda bulu tangkis Indonesia asal PB Djarum, lengkap beserta prestasi yang diraih. Usai berkeliling di area Plaza, peserta tur menuju ke kamar atlet dan ruang makan.

"Fasilitas kamar atlet meliputi kamar dengan dua bed, AC, meja belajar, dan wifi. Atlet PB Djarum juga diatur pola makannya. Konsumsi daging dan sayuran juga wajib. Selain itu juga harus minum susu sehari satu liter dan minum vitamin," ujarnya.

Dharma menambahkan, para atlet juga diajarkan disiplin. Mulai dari merapikan bed hingga menjaga kebersihan. Meski menjalani rutinitas sebagai atlet, rutinitas sebagai pelajar tidak ditinggalkan. Atlet PB Djarum juga menjalankan pendidikan di sekolah.

"Mereka latihan pukul 06.00 WIB sampai 09.00 WIB. Kemudian pukul 09.30 WIB sampai 13.30 WIB mereka bersekolah. Lalu pulang, makan siang, istirahat dan sorenya latihan lagi," ujarnya.

Orangtua dan anak melihat kamar atlet mengikuti Tour Asrama PB Djarum yang digelar di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (9/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Ada dua sekolah yang menjadi tempat para atlet menimba ilmu, yakni di Kanisius dan Al-Ma'ruf Kudus. Apabila ada ujian sekolah, atlet tetap bisa mengikuti.

"Biasanya kalau ada ujian yang bersamaan dengan jadwal pertandingan, bisa disesuaikan. Atlet bisa ikut ujian sebelum atau sesudah pertandingan," imbuhnya.