Mimpi Besar Zidane Iqbal Bersama Irak di Piala Dunia 2026
·waktu baca 2 menit

Mantan gelandang Manchester United, Zidane Iqbal, siap mencatatkan sejarah bersama tim nasional Irak di ajang Piala Dunia 2026. Pemain yang kini merumput bersama Utrecht tersebut menjadi sosok kunci dalam perjuangan Irak menembus putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 40 tahun terakhir, sebuah pencapaian yang membangkitkan kebanggaan luar biasa bagi masyarakat Irak di seluruh dunia.
Perjalanan Bersejarah Menuju Panggung Dunia
Bagi Iqbal, kesempatan tampil di Piala Dunia bukan sekadar pencapaian pribadi. Keberhasilan Irak lolos ke turnamen akbar ini merupakan buah dari kerja keras kolektif yang dirasakan Iqbal sebagai momen emosional.
Setelah melalui fase kualifikasi yang berat, termasuk gol krusial yang ia cetak ke gawang Indonesia pada Oktober 2025 lalu, Iqbal merasa bahwa atmosfer di tim nasional Irak sudah seperti satu keluarga besar.
"Ini akan menjadi mimpi yang menjadi kenyataan dan saya tidak sabar menantikannya," kata Iqbal kepada Sky Sport.
Kiprah Irak di Piala Dunia 2026 sejauh ini belum berjalan mulus. Tim berjuluk Lions of Mesopotamia mengawali perjuangan di Grup I dengan kekalahan 1-4 dari Norwegia pada laga pembuka. Meski demikian, perjalanan mereka masih panjang karena masih menyisakan dua pertandingan penting melawan Prancis dan Senegal.
Berdasarkan format baru Piala Dunia 2026 yang melibatkan 48 tim, peluang lolos ke fase gugur tidak hanya dimiliki juara dan runner-up grup, tetapi juga beberapa peringkat ketiga terbaik, sehingga Irak masih memiliki kesempatan untuk menjaga asa melangkah lebih jauh.
Warisan Manchester United dan Mentalitas Ronaldo
Latar belakang Iqbal sebagai jebolan akademi Manchester United memberikan dampak besar pada perkembangan kariernya, terutama saat ia mencatatkan debut di Liga Champions pada usia 18 tahun. Selama berada di Old Trafford, ia berkesempatan berlatih langsung bersama Cristiano Ronaldo, pengalaman yang diakui Iqbal sangat memengaruhi pola pikirnya.
Ia belajar banyak tentang profesionalisme, fokus, dan dedikasi tinggi dari megabintang Portugal tersebut, yang kini ia terapkan untuk memastikan kondisinya berada di level seratus persen menjelang kick-off Piala Dunia musim panas ini.
Namun di balik kebanggaan tersebut, Iqbal menyadari bahwa jalan menuju karier profesional yang stabil tidak selalu berada di Old Trafford. Setelah minim kesempatan bermain di tim utama, ia memilih meninggalkan Manchester United dan bergabung dengan FC Utrecht di Belanda demi mendapatkan menit bermain yang lebih banyak.
"Saya harus bermain. Pada usia saya sekarang, mendapatkan menit bermain adalah hal yang paling penting," kata pemain berusia 23 tahun itu.
