Kumparan Logo

Swiss Kehilangan Momentum karena Kontroversi Kartu Merah Embolo

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Timnas Argentina Lionel Messi berusaha melewati hadangan pemain Timnas Swiss pada pertandingan babak perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Kansas City, Kansas City, Missouri, AS, Sabtu (11/6/2026). Foto: Albert Gea/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Timnas Argentina Lionel Messi berusaha melewati hadangan pemain Timnas Swiss pada pertandingan babak perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Kansas City, Kansas City, Missouri, AS, Sabtu (11/6/2026). Foto: Albert Gea/REUTERS

Langkah Swiss di perempat final Piala Dunia 2026 terhenti secara dramatis setelah takluk 3-1 dari Argentina melalui babak perpanjangan waktu, Minggu (12/7). Pertandingan tersebut diwarnai kemarahan kubu Swiss akibat keputusan kontroversial VAR yang memberikan kartu merah kepada penyerang Breel Embolo karena dianggap melakukan diving di babak kedua.

Momentum yang Hilang karena VAR

Insiden bermula ketika wasit João Pinheiro memberikan kartu kuning kepada gelandang Argentina, Leandro Paredes, atas pelanggaran terhadap Embolo. Namun, tinjauan VAR menunjukkan bahwa Embolo telah menjatuhkan diri sebelum adanya kontak fisik. Karena Embolo sebelumnya sudah mengantongi satu kartu kuning, wasit pun mengeluarkan kartu kuning kedua yang berujung pada kartu merah.

Situasi ini dianggap sebagai titik balik krusial karena terjadi tepat saat Swiss baru saja menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui Dan Ndoye. Pelatih Swiss, Murat Yakin, kecewa karena timnya memiliki momentum untuk membalikkan keadaan.

Pemain Timnas Argentina Julian Alvarez mencetak gol ke gawang Timnas Swiss pada pertandingan babak perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Kansas City, Kansas City, Missouri, AS, Sabtu (11/6/2026). Foto: Albert Gea/REUTERS

Ia merasa bahwa penerapan protokol VAR dalam insiden tersebut sangat tidak logis dan merugikan timnya yang harus bermain dengan sepuluh pemain di sisa waktu pertandingan.

“Kami mendominasi dan mengendalikan permainan. Namun, kartu merah ini menghukum kami melalui aturan yang bagi saya benar-benar tidak bisa dipahami. Tentu saja menyakitkan karena kami tereliminasi dengan cara seperti ini," kata Yakin seperti dikutip dari FIFA.

“Saya hanya tidak mengerti bagaimana VAR bisa membuat keputusan seperti itu,” tambah bek Swiss, Nico Elvedi.

Kritik Terhadap Keputusan Wasit

Yakin juga menyoroti inkonsistensi wasit dalam memimpin laga. Baginya, pemberian kartu kuning kepada Paredes pada awalnya adalah sebuah kesalahan, dan koreksi yang dilakukan wasit justru menjadi bumerang yang mematikan peluang Swiss untuk melaju ke semifinal.

“Mereka melindungi wasit mereka melalui aturan yang menghancurkan permainan kami hari ini. Itu sangat menyakitkan. Bagi saya, tidak ada alasan sama sekali untuk memberikan kartu kuning kepada pemain Argentina tersebut. Wasit seharusnya membiarkan permainan berlanjut,” ujarnya.

Dalam 60 tahun terakhir Piala Dunia, Embolo jadi pemain keempat yang menerima kartu kuning karena dianggap diving setelah Luis Pérez dari Meksiko (melawan Portugal pada 2006), pemain Ghana Asamoah Gyan (melawan Brasil pada 2006) dan pemain Italia Francesco Totti (melawan Korea Selatan pada 2002).