Mahasiswa KKN Undip Membantu Pemasaran Wisata Religi Desa Pagongan

Mahasiswa Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Bagas Lesmana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Pagongan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Minggu (12/2) Mahasiswa KKN Unversitas Diponegoro (Undip) bantu membranding wisata religi Desa Pagongan.
Wisata Religi merupakan gabungan dari dua kosa kata, yaitu wisata dan religi. Wisata dapat diartikan sebagai kegiatan yang bertujuan unutk bersenang-senang, sedangkan religi merupakan suatu hal yang berkaitan dengan keagamaan.
Jadi singkatnya Wisata Religi adalah sebuah kegiatan wisata yang dilakukan dengan tujuan untuk memperdalam wawasan keagamaan tertentu. Biasanya destinasi wisata religi ini berada di tempat-tempat beribadah agama tertentu, seperti masjid, gereja, klenteng, dan sebagainya. Selain tempat beribadah, juga dapat berupa petilasan dan makam.
Di Desa Pagongan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, terdapat satu wisata religi yang cukup terkenal, yaitu Makom Mbah Datuk. Makom Mbah Datuk merupakan tempat makam dari Syekh Datuk Kahfi, yang juga sekaligus menjadi makam orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengan Syekh Datuk Kahfi, yang berupa keluarga dan orang-orang kepercayaan beliau.
Syekh Datuk Kahfi atau yang juga dikenal sebagai Syekh Maulana Datuk Kahfi merupakan tokoh penyebar agama islam di pesisir tegal. Dimana waktu itu pengaruhnya sangat besar, bahkan sampai mendatangkan wali songo untuk berkunjung ke tegal.
Secara historis, tidak ada catatan sejarah yang konkret mengenai kapan terbentuknya Makom Mbah Datuk ini. Informasi yang diberikan oleh perangkat desa dan warga sekitar diketahui bahwa makom ini sujah ada sejak sekitar tahun 1500-an Masehi.
Pada tahun tersebut Walisongo masih menyebarkan agama islam di Nusantara. Dimana artinya makom ini merupakan warisan budaya berupa benda, yang berumur lebih dari 500 tahun.
Sampai sekarang pun makom ini masih dijaga keasliannya. Mungkin karena faktor ini juga masyarakat pagongan menetapkan makom ini sebagai destinasi wisata. Kemudian dikelola oleh perangkat desa dan dibuat menjadi paket Wisata religi Desa Pagongan.
Menurut tetua yang ada disana, menjelaskan bahwa sebenarnya tempat ini bukanlah makam, melainkan lebih tepatnya disebut dengan pendopo. Karena pada hari-hari tertentu tempat ini digunakan untuk tempat berkumpul para roh-roh ghaib, yakni yang merupakan Syekh Datuk Kahfi, wali songo, keluarga Syekh Datuk Kahfi dan kerabat-kerabatnya. Maka dari itu tempat ini lebih relevan untuk disebut sebagai pendopo dibandingkan dengan penyebutan makam.
Branding Wisata Religi Makom Mbah Datuk merupakan usaha yang dapat dilakukan oleh penulis untuk mempromosikan lebih jauh perihal warisan budaya berupa benda ini ke khalayak luas. Branding dilakukan dengan metode pengambilan video, pengeditan, dan publikasi melalui media sosial.
Tujuannya agar Makom Mbah datuk lebih dikenal oleh masyarakat diluar Desa Pagongan, juga harapannya agar dapat menarik wisatawan dari luar untuk berkunjung ke Desa Pagongan dan membeli paket Wisata Religi Desa Pagongan. Makom ini buka setiap hari, tidak ada hari libur kecuali hari-hari tertentu, beroperasi mulai dari pukul delapan pagi sampai delapan malam, dan dibuka untuk umum.
