Mikroskop dan Pentingnya Bagi Kehidupan dan Ilmu Pengetahuan

Bonfilius Braxton, kelahiran Bandung 2011. Siswwa SMA Trinitas Bandung. Menulis tentang hal menarik. Aku bukan penulis ku buatmu baca jurnal.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Bonfilius Braxton Hanrey tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mengenal Mikroskop dari Semua Aspek

Mikroskop (dari bahasa Yunani: micros berarti kecil, dan skopein berarti melihat) adalah alat bantu optik yang dirancang khusus untuk melihat objek yang berukuran mikroskopis (micron) yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop penting dalam ilmu pengetahuan karena mikroskop dapat membantu kita untuk mehamami struktur sel dengan lebih jelas. Komponen dari mikroskop terbagi menjadi tiga bagian, yaitu komponen optik, komponen mekanik, dan sumber cahaya. Komponen optik terdiri dari lensa okuler, lensa objektif, diafragma, dan kondensor. Komponen mekanik terdiri dari tabung mikroskop (tubus), revolver, meja preparat, penjepit preparat, makrometer (kasar), mikrometer (halus), lengan mikroskop, kaki mikroskop, sendi inklinasi. Sumber cahaya terdiri dari cermin (reflektor) dan illuminator (lampu).
Mikroskop pertama kali ditemukan oleh dua pembuat kacamata asal Belanda yaitu Hans Janssen dan putranya Zacharias Janssen pada tahun 1590. Mereka pertama kali menemukan mikroskop ketika mereka bereksperimen dengan menempatkan beberapa lensa pada sebuah tabung dan mereka menemukan bahwa objek yang mereka taruh di ujung tabung mereka melihat bahwa benda tersebut lebih besar dan akan menjadi cikal bakal terciptanya mikroskop majemuk. Pada tahun 1609 ada seorang ilmuwan terkenal yaitu Galileo Galilei yang mendengar tentang penemuan Hans J. dan Zacharias J. di belanda, Galileo menyempurnakan mikroskop majemuk terebut dengan menambahkan sistem pemfokusan yang lebih baik yang dikenal dengan mikroskop Galileo. Pada tahun 1666 ada pedagang kain asal Belanda juga bernama Antonie Van Leeuwenhoek yang membuat mikroskop menjadi satu lensa saja dengan bisa memperfokus objek sebanyak 200 kali.
Tipe mikroskop terbagi menjadi dua yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop cahaya memanfaatkan cahaya matahari sebagai sumber cahaya alami dan bisa memanfaatkan cahaya lampu sebagai sumber cahaya buatan, dengan pembesaran maksimum sebesar 1000×. Mikroskop elektron adalah mikroskop yang menggunakan berkas elektron sebagai sumber cahaya. Mikroskop elektron memiliki resolusi yang lebih tinggi dibandingkan mikroskop cahaya, dengan pembesaran maksimum sampai 1.000.000×.
Untuk menggunakan mikroskop, terdapat langkah langkah untuk menggunakannya dengan benar. Pertama taruh mikroskop di meja yang datar dan stabil. Kedua, masukkan objek yang akan diamati di atas kaca preparat. Pastikan objek yang akan diamati tidak terlalu tebal agar hasilnya tidak menumpuk. Setelah itu kendurkan makrometer dan tempatkan sampel di meja preparat dan jepit dengan penjepit. Putar revolver untuk memilih perbesaran yang dibutuhkan dengan lensa objektif yang sesuai. Beri pencahayaan pada objek. Jika menggunakan mikroskop cahaya, sumber pencahayaan bisa berasal dari pantulan cahaya sekitar atau cahaya sinar matahari. Jika menggunakan mikroskop elektron, sumber pencahayaan berasal dari berkas elektron. Terakhir, amatilah objek dengan melihatnya lewat lensa okuler dan putar makrometer atau mikrometer untuk menempatkannya di posisi yang sesuai.
Cara merawat mikroskop adalah membersihkan lensa okuler dan objektif dengan meniup debu menggunakan blower lalu mengusap lensa dengan kertas lensa dan cairan khusus pembersih lensa. Menjaga mikroskop kering dengan menghindari air terkena komponen mikroskop. Menyimpan mikroskop di tempat yang aman dan bersih. Hati-hati dalam menggunakan mikroskop dan tidak boleh cepat-cepat dalam menggunakan mikroskop untuk menghindari kerusakan. Membawa mikroskop dengan benar dan hati-hati yaitu dengan cara memegang lengan mikroskop dengan satu tangan dan menyangga kaki mikroskop dengan tangan yang lainnya dengan hati-hati.
Mikroskop merupakan salah satu alat laboratorium yang memiliki banyak manfaat dalam berbagai bidang. Secara umum, mikroskop digunakan untuk melihat, memperbesar, dan mengamati objek-objek berukuran sangat kecil atau mikroskopis yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Dengan kemampuannya memperbesar objek dan meningkatkan resolusi gambar, mikroskop memungkinkan struktur serta detail benda-benda renik dapat diamati dengan lebih jelas. Oleh karena itu, mikroskop banyak dimanfaatkan dalam bidang kesehatan, pendidikan, biologi, dan penelitian ilmiah.
Dalam bidang medis dan kesehatan, mikroskop berperan penting dalam membantu proses diagnosis penyakit. Mikroskop dapat digunakan di laboratorium rumah sakit untuk mengamati berbagai sampel, seperti darah, urine, dan jaringan tubuh. Melalui pengamatan tersebut, tenaga medis dapat mendeteksi keberadaan bakteri, parasit, maupun kelainan pada sel. Selain itu, mikroskop juga dapat membantu dalam mendeteksi kanker dengan mengamati perubahan dan bentuk sel yang tidak normal. Dalam pengembangan obat dan vaksin, mikroskop digunakan untuk mengamati interaksi antara mikroorganisme, seperti bakteri atau virus, dengan berbagai bahan atau obat sehingga dapat membantu para peneliti mengembangkan pengobatan dan vaksin yang lebih efektif.
Dalam bidang biologi dan penelitian ilmiah, mikroskop digunakan untuk mempelajari berbagai jenis makhluk hidup dan struktur tubuhnya. Para peneliti dapat mengamati struktur internal maupun eksternal berbagai objek mikroskopis, seperti sel hewan, sel tumbuhan, bakteri, dan jamur. Mikroskop juga membantu peneliti mempelajari berbagai proses biologis, misalnya pembelahan sel, pertumbuhan jaringan, serta mekanisme pertahanan mikroorganisme. Dengan demikian, penggunaan mikroskop sangat membantu perkembangan ilmu pengetahuan karena memungkinkan sesuatu yang tidak dapat diamati secara langsung oleh mata dapat diteliti secara lebih mendalam.
Sementara itu, dalam bidang pendidikan, mikroskop menjadi salah satu media pembelajaran yang penting, khususnya dalam pelajaran biologi. Mikroskop memungkinkan siswa dan mahasiswa mengenal dunia mikroskopis secara langsung. Misalnya, ketika mempelajari struktur sel tumbuhan atau sel hewan, siswa tidak hanya membayangkan bentuknya berdasarkan gambar di buku, tetapi dapat mengamatinya secara nyata melalui mikroskop. Penggunaan mikroskop juga dapat membuat kegiatan praktikum menjadi lebih menarik dan membantu siswa memahami materi biologi dengan lebih mudah.
Bonfilius Braxton, Dionisius Stanley, Jason Rafael, Lionel Ezekiel, Sebastianus Chris. Siswa SMA Trinitas Bandung.
