Dari Umbi Kimpul Menjadi Keripik Gamumu Bernilai Ekonomi dan Bercita Rasa

Mahasiswa Pariwisata Budi Luhur University
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Brilian Tri Putra Zai tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Penulis By: Brilian Tri Putra Zai, Jasmine Qur'ani
Indonesia memiliki kekayaan kuliner tradisional yang lahir dari keberagaman budaya dan sumber daya alam di setiap daerah. Makanan khas daerah bukan hanya sekadar untuk dikonsumsi, tetapi juga menjadi bagian dari budaya yang diwariskan oleh masyarakat dari generasi ke generasi.. Salah satu kuliner tradisional yang berasal dari Pulau Nias, Sumatera Utara, adalah Keripik Gamumu.
Keripik Gamumu merupakan camilan khas yang yang di olah dari umbi gamumu atau kimpul, salah satu tanaman yang banyak tumbuh di wilayah Nias. Bagi masyarakat setempat, umbi gamumu telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan alternatif karena mudah dibudidayakan dan memiliki nilai gizi yang cukup baik. Seiring perkembangan waktu, bahan pangan dari umbi kimpul diolah menjadi keripik yang memiliki cita rasa khas dan juga diminati oleh berbagai kalangan Masyarakat untuk dijadikan cemilan dan oleh oleh.
Keripik Gamumu menjadi salah satu contoh bagaimana masyarakat Nias memanfaatkan hasil alam yang ada di sekitar mereka menjadi makanan yang disukai banyak orang. Umbi gamumu yang dulunya hanya digunakan sebagai bahan pangan sehari-hari kini diolah menjadi camilan renyah dan enak. Selain menambah nilai dari umbi gamumu itu sendiri, keberadaan keripik ini juga membantu masyarakat mengembangkan usaha dan memperkenalkan kuliner khas Nias kepada lebih banyak orang.
Dalam proses pembuatannya, umbi gamumu yang telah dibersihkan diiris dengan tipis, kemudian direndam untuk mengurangi getah dan rasa gatal yang biasanya terdapat pada umbi tersebut. Setelah itu, irisan umbi digoreng hingga berwarna keemasan dan menghasilkan tekstur yang renyah. Tahap akhir dilakukan dengan membuat sambal dari cabe merah, bawang putih yang di haluskan lalu di masukkan dalam minyak panas lalu di campur dengan gula pasir hingga menjadi menjadi sambal pedas manis.
Lebih dari sekadar makanan ringan, Keripik Gamumu juga mencerminkan semangat masyarakat Nias dalam menjaga dan mengembangkan warisan kuliner daerah. Di tengah bebagai macam produk makanan modern, keberadaan keripik ini menjadi bukti bahwa makanan tradisional masih memiliki daya saing apabila dikelola dengan baik dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Penggunaan kemasan yang lebih menarik serta pengembangan variasi rasa menjadi langkah yang dilakukan untuk memperluas jangkauan konsumen tanpa menghilangkan ciri khas produk.
