Buzz
·
22 Mei 2021 14:41

Ramadhan Selesai, Apa Selanjutnya?

Konten ini diproduksi oleh Brilliant Dimas
Ramadhan Selesai, Apa Selanjutnya? (436230)
searchPerbesar
Ilustrasi salat (source: rawpixel.com)
Ramadhan sudah kita lalui. Iklan Marjan sudah selesai, bahkan tidak terlihat lagi di televisi. Sebulan penuh berpuasa dan menghindari dosa kini sudah dilewati warga Indonesia dan juga dunia. Rendang dan opor sudah ditelan. THR sudah didapatkan, bahkan sudah dibelanjakan.
ADVERTISEMENT
Suasana Ramadhan yang sangat khas kini telah selesai. Sama seperti mantan, bulan Ramadhan memberikan memori-memori yang mengisi kehidupan dan tak akan terlupakan.
Entah apakah saya sendiri atau semua orang termasuk anda merasakan perasaan ini. Perasaan apa? Perasaan suatu hal yang hilang dari hati setelah sebulan bersamanya.
“Ramadhan sudah selesai, sekarang ngapain ya?”
Pertanyaan itu terus muncul di benak saya semenjak pulang dari rumah saudara.
Saat menulis tulisan ini, seminggu telah saya lewati tanpa suasana Ramadhan. Saya merasa kesepian. Tidak ada lagi yang membangunkan sahur pada dini hari, tidak ada lagi anak kecil lari ke masjid untuk tarawih, dan tidak ada lagi suara petasan yang membuat para kaum elite marah-marah di grup WhatsApp Rukun Warga.
ADVERTISEMENT
Jadi, agar dapat mengisi kekosongan hati setelah ditinggal oleh Ramadhan, apa yang perlu saya dan anda sebagai seorang Muslim lakukan?
Menjaga Kesehatan dengan Puasa Syawal
Berakhirnya bulan puasa bukan berarti kita melepaskan kebiasaan kita selama berpuasa. Kita tetap dapat menghidupkan suasana Ramadhan dengan terus berpuasa.
Berpuasa di bulan Syawal memiliki banyak sekali manfaat. Yang pertama adalah membuat kita menjadi hemat. Mengapa hemat? Karena saya adalah seorang mahasiswa yang yah tentunya bokek. Oleh karena itu dengan berpuasa Syawal saya dapat menghemat dengan berpuasa. Tidak hanya uang THR terjaga, begitu juga kesehatan badan.
Dilansir dari Sehatq.com, puasa Syawal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Contohnya seperti mengendalikan gula dan lemak, mengurangi risiko diabetes, dan juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Intinya, tidak hanya dapat pahala, tapi dapat membuat kita hemat dan badan sehat pula.
ADVERTISEMENT
Membiasakan Melakukan Qiyamullail
Pada saat Ramadhan kita terbiasa menjalankan Tarawih setiap malam. Kita dapat mempertahankan kebiasaan itu dengan melakukan Qiyamullail.
Dilansir dari islamqa.info, Qiyamullail berarti
“Melalui malam atau sebagian darinya walau sesaat dengan salat.”
Qiyamullail ini sama saja dengan tarawih, bedanya adalah Tarawih hanya khusus dilakukan di bulan Ramadhan.
Bersedekah Walaupun Sekecil Apapun Itu
Hal yang paling saya senangi dari bulan Ramadhan adalah bagaimana begitu banyak orang yang memberikan makanan atau takjil gratis. Namun saya heran, mengapa hal demikian jarang sekali dilanjutkan di luar Ramadhan?
Maka dari itu saya mengajak para pembaca untuk terus melakukan hal tersebut. Tidak harus sering atau konsisten jika kesulitan, setidaknya tidak hanya di bulan Ramadhan saja.
Intinya, Jadilah Baik
Sering ada miskonsepsi bahwa kita harus berbuat baik di bulan Ramadhan. Namun saya heran, kenapa kita tidak terus berbuat baik diluar bulan Ramadhan? Bulan Ramadhan jangan sampai dijadikan satu-satunya waktu untuk mengumpulkan pahala. Ada 11 bulan lain, kenapa tidak menggunakan itu juga?
ADVERTISEMENT
Bulan Ramadhan telah memberikan suatu cicipan akan bagaimana tidak hanya menjadi muslim yang baik, akan tetapi juga manusia yang baik.
Jadi dengan tulisan ini saya mengajak untuk menjaga kebiasaan kita di bulan Ramadhan. Manfaatnya bukan hanya untuk anda, tetapi juga saya, kita, dan juga seluruh manusia di dunia.
Ramadhan Selesai, Apa Selanjutnya? (436231)
searchPerbesar
Ilustrasi salat Tarawih. Foto: Nugroho Sejati/kumparan