Ingin Tambah Performa Mesin? Coba Inovasi Ozon tanpa Merubah Kontruksi Mesin

Dosen dan Peneliti di Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Magelang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Budi Waluyo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seiring jalanan makin padat dan harga BBM tak kunjung turun, tuntutan akan kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan semakin tinggi. Bukan cuma pabrikan besar yang berlomba menghadirkan teknologi baru, tapi juga para peneliti di kampus dalam negeri. Salah satunya datang dari tim dosen Teknik Mesin sebuah PTS di Magelang yang melakukan eksperimen unik: menyuntikkan ozon ke dalam sistem pembakaran mesin.
Judul penelitiannya mungkin terdengar teknis, "Improved Engine Performance Using Ozone Generator", tapi ide mendasarnya adalah, bagaimana gas ozon (O₃) yang sangat reaktif bisa membantu proses pembakaran bahan bakar agar lebih cepat dan sempurna? Jawabannya ternyata cukup menjanjikan.
Dengan memasang generator ozon berkapasitas 15 gram per jam ke saluran udara mesin, tim peneliti berhasil meningkatkan torsi hingga 0,5 Nm dan daya sebesar 0,4 kW. Ini sebuah capaian yang cukup menjanjiakan untuk ukuran percobaan pada mesin ukuran kecil. Hebatnya lagi, semua itu dicapai tanpa mengubah konstruksi mesin sama sekali. Artinya, potensi plug and play buat modifikasi ringan yang berdampak besar ada di depan mata.
Namun seperti semua modifikasi, ada catatannya. Kadar ozon yang terlalu tinggi justru bisa memicu knocking, sebuah fenomena ledakan yang terjadi sebelum waktunya di ruang bakar, yang berisiko merusak mesin. Jadi, riset ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara power boost dan keamanan mesin. Dalam dunia engine tuning, it’s all about the balance.
Lebih dari sekadar angka dan eksperimen, penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi mesin otomotif tak harus selalu mahal atau datang dari luar negeri. Dengan pendekatan ilmiah yang sederhana namun cerdas, kampus PTS mampu membuktikan bahwa solusi teknis untuk kendaraan masa depan bisa dikembangkan dari laboratorium kampus bahkan dengan alat sederhana sekalipun.
Bagi kamu para gearheader yang hobi utak-atik mesin, atau sekadar tertarik dengan teknologi otomotif masa depan, riset ini bisa jadi inspirasi. Bisa jadi, teknologi ozon ini akan jadi next big thing di dunia modifikasi kendaraan. Hemat BBM, nambah tenaga, dan tetap ramah lingkungan? Siapa yang nggak mau?
Budi Waluyo,
Dosen dan Peneliti sebuah PTS di Magelang
