Konten dari Pengguna

Tipologi Anak Didik dan Perbedaan Individual dalam Belajar

Bulqaini

Bulqaini

Duta GENRE Jakarta Barat dan DKI Jakarta. Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bulqaini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sekumpulan oarang yang sedang bercengkrama, sumber: pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Sekumpulan oarang yang sedang bercengkrama, sumber: pribadi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tipologi adalah ilmu watak tentang bagaimana manusia dalam golongan golongan menurut corak watak masing-masing. Tipologi belajar merupakan kombinasi dari kemampuan seseorang dalam menyerap, mengatur, dan mengelola informasi belajar yang mereka dapatkan.

B. Macam-Macam Tipologi Belajar

1. Gaya belajar VAK (Visual, Auditori, Kinesthetik)

2. ⁠Gaya belajar VARK (Visual, Auditori, Reading/Writing, Kinesthetik)

3. ⁠Teori Multiple Intellegence (Kecerdasan Majemuk)

4. ⁠Tipologi belajar Kolb

5. ⁠Tipologi berdasarkan Modalitas Sensorik

C. Jenis Gaya Belajar

Terdapat beberapa jenis gaya belajar yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya yaitu:

1. Gaya Belajar Visual

2. ⁠Gaya Belajar Auditorial

3. ⁠Gaya Belajar Kinestetik

D. Perbedaan Gaya Belajar Individual

1. Perbedaan Kognitif

2. ⁠Perbedaan Kecakapan Berbahasa

3. ⁠Perbedaan Kecakapan Motorik

4. ⁠Perbedaan Latar Belakang

5. ⁠Perbedaan Bakat

6. ⁠Perbedaan Kesepian Belajar

E. Faktor yang Mempengaruhi Perbedaan Indivudu dalam Belajar

1. Faktor keturunan atau bawaan

2. ⁠Faktor Lingkungan

a. Status sosial ekonomi

b. Budaya

c. Praktik mendidik anak

d. Urutan kelahiran

e. Perceraian orang tua.

F. Cara Guru Menangani Perbedaan Individu

Pembelajaran individual merupakan salah satu cara pendidik untuk membantu peran didik belajar. Pendekatan individual akan melibatkan hubungan yang terbuka antara pendidik dan peserta didik, yang bertujuan untuk menimbulkan perasaan bebas dalam belajar sehingga terjadi hubungan yang harmonis antara pendidik dengan peserta didik dalam ruang belajar.