Konten dari Pengguna

Rap Rap dari desa Olilit MTB

Bumi Nusantara Lamassiang

Bumi Nusantara Lamassiang

Hamba semesta.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bumi Nusantara Lamassiang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penutupan Upacara di desa Olilit adalah penutupan upacara yg paling unik yg pernah saya jumpai. Bayangkan saja saat setelah upara penutupan semua peserta upacara tidaka ada yg meninggalkan tempat. Tak lama setelah MC upacara melontarkan kata penutupan langsung di sambut dengan musik om Telolet om, lalu seluruh warga yg ada di lapangan berbaris dan berdansa.

Mereka bergoyang, joget joget ria dengan sangat kompak mulai dari anak SD hingga pejabat daerah. Ini adalah kebiasaan unik yg pernah saya jumpai. Kebudayaan masyarakat Olilit membuat saya tercengang wajar saja kalau musik rap rap di dominasi oleh kulit hitam, sebab hal itu sudah menjadi budaya bagi mereka.

Di malam harinya musik terus bergendang dengan kencang dan masyarakat pun juga terus bergoyang, saya di panggil oleh salah satu masyarakat setempat untuk menikmati minuman persaudaraan, kemudia saya mengiyakan ajakan tersebut.

Di pojok gardu ada beberapa anak muda sedang bernyanyi bergembira ria meramaikan malam kemerdekaan, kami tiba disana dan dijamu dengan minuman yg bernama Shopie. Wau awalnya saya pikir ini hanya berlangsung beberapa menit saja tapi ternyata ini hingga larut malam. Lantunan genjrengan gitar sahabat terus keeping roll menyanyikan lagu lagu kebangsaaan.

Masyarakat Olilit begitu ramah kepada warga asing, mereka menjamu kami bagaikan tamu kerajaan yg datang berkunjung ke istana desa Olilit.