430 SMP di Papua Masih Ujian Nasional Kertas Pensil

Jayapura, BUMIPAPUA.COM – Dinas Pendidikan Papua mengklaim ujian nasional (UN) hari pertama di Papua berjalan normal. Data dari Dinas Pendidikan setempat, terdapat 675 SMP dengan jumlah 39.156 peserta.
Kemudian, sebanyak 245 sekolah diantaranya melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sedangkan 430 sekolah lainnya masih menggunakan Ujian Nasional Berbasis Kertas Pensil (UNKP).
Ketua Panitia Ujian Nasional Provinsi Papua, Laurens Wantik menuturkan UN hari pertama ada sedikit kendala dengan masalah jaringan internet. Namun tak berlangsung lama dan Telkom langsung bisa mengatasinya.
Masalah lainnya adalah terdapat 15 siswa di Mamberamo Raya yang tidak bisa mengikuti UN, dikarenakan siswa tersebut merupakan siswa pindahan, tanpa mengunakan surat resmi, termasuk tanpa mengantongi SKHUN dan ijazah sekolah sebelumnya, sehingga tak terdaftar di Dapodik sekolah setempat,
"15 siswa ini pindah untuk naik kelas, tapi di Dapodik masih terdaftar sebagai siswa kelas 8. Jadi solusinya mereka mengikuti UN tahun depan,” jelasnya.
Walau begitu, Laurens mengklaim UNBK ataupun UNKP pada 29 kabupaten/kota di Papua berjalan dengan baik. Termasuk dengan tujuh sekolah SMP di Kabupaten Nduga, sukses menggelar UN. Sebelumnya, sejumlah pihak khawatir akan keamanan di daerah itu, karena masih adanya gangguan keamanan dari kelompok bersenjata.
"Ada satu sekolah SMP di Kenyam, ibukota Kabupaten Nduga yang melaksanakan UN, sisanya tersebar di beberapa distrik di Kabupaten Nduga," jelasnya.
Kata Laurens, untuk siswa yang mengungsi di Wamena, pasca penyerangan kelompok bersenjata, tetap melaksanakan UN di Wamena, ibukota Jayawijaya. “Puji Tuhan semua berjalan lancar," jelasnya. (Pratiwi)
