Ancam Kebebasan Pers, Jurnalis di Papua Tolak Pengesahan RKUHP

Konten Media Partner
5 Desember 2022 13:18
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Jurnalis di Kota Jayapura, Papua tolak RKUHP. (Foto AJI Jayapura)
zoom-in-whitePerbesar
Jurnalis di Kota Jayapura, Papua tolak RKUHP. (Foto AJI Jayapura)
ADVERTISEMENT
Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Komunitas jurnalis Papua meminta penundaan pengesahan Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) oleh DPR RI yang direncanakan pada Selasa (6/12/2022) di Jakarta.
ADVERTISEMENT
Komunitas jurnalis Papua yang terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia, Persatuan Wartawan Indonesia, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia dan lembaga komunitas pers lainnya berunjuk rasa di Taman Imbi Jayapura, Papua, Senin (5/12/2022).
Diketahui terdapat 19 pasal dalam RKUHP yang berpotensi menghambat kebebasan pers. Misalnya Pasal 437 mengatur tindak pidana pencemaran dan Pasal 264 yang mengatur tindak pidana kepada setiap orang yang menyiarkan berita yang tidak pasti, berlebihan atau yang tidak lengkap.
Jurnalis di Manokwari, Papua Barat tolak RKUHP. (Foto AJI Jayapura)
zoom-in-whitePerbesar
Jurnalis di Manokwari, Papua Barat tolak RKUHP. (Foto AJI Jayapura)
Selain itu dalam Pasal 280 yang mengatur tentang gangguan dan penyesatan proses peradilan dan Pasal 351 dan Pasal 352 yang mengatur tentang penghinaan terhadap kekuasaan Umum dan Lembaga Negara.
Aksi unjuk rasa berlangsung sekitar pukul 10.00 WIT dan diikuti oleh 20 jurnalis baik media cetak, online, televisi dan radio yang selama ini melaksanakan tugas peliputan di Papua.
ADVERTISEMENT
Para jurnalis tidak hanya melaksanakan unjuk rasa penolakan pengesahan RKUHP di Taman Imbi namun juga di halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Ketua AJI Jayapura Lucky Ireeuw menyatakan pengesahan RKUHP akan berdampak besar bagi kebebasan pers di Indonesia khususnya di Papua. Insan pers tidak bebas meliput karena merasa takut adanya ancaman pidana penjara.
"Jurnalis Papua menolak pengesahan RKUHP pada Selasa esok. Regulasi ini akan menghambat kebebasan pers di tengah era demokrasi, " tegas Lucky.
Sementara itu, Hengky Yeimo salah satu perwakilan jurnalis Papua dalam orasinya mengatakan, RKUHP dapat menyebabkan jurnalis tak dapat memberikan kritik kepada lembaga negara apabila terjadi ketidakadilan di tengah masyarakat.
Penyerahan aspirasi penolakan RKUHP kepada DPR Papua. (Foto AJI Jayapura)
zoom-in-whitePerbesar
Penyerahan aspirasi penolakan RKUHP kepada DPR Papua. (Foto AJI Jayapura)
Gamel, wartawan dari Cenderawasih Pos menambahkan bahwa untuk kesekian kalinya DPR RI mengeluarkan regulasi yang tidak bermutu. "Pertanyaan kami jika saat ini masyarakat menyandarkan harapan mereka untuk disuarakan lewat pers tapi ada upaya pelemahan dengan hadirnya rencana pengesahan ini apa ini menunjukkan ketidakberpihakan wakil rakyat terhadap konstituennya," kata Gamel.
ADVERTISEMENT
Anggota Komisi I DPR Papua Yonas Nusi menyatakan, pihaknya menerima aspirasi para jurnalis Papua yang menolak pengesahan RKUHP. Ia menilai aksi penolakan RKUHP juga terjadi di seluruh daerah di Indonesia.
"Hal ini menjadi keprihatinan. Kami bersama pimpinan DPR Papua akan membahas dan meneruskan aspirasi ini ke pusat," tutur Yonas.
Aksi serupa juga berlangsung di Manokwari, Provinsi Papua Barat. Belasan wartawan di Manokwari menggelar unjuk rasa penundaan pengesahan RKUHP di Lampu Merah Haji Bauw, Jalan Trikora Wosi, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Unjuk rasa di Manokwari berlangsung tertib, mulai pukul 11.00 WIT hingga pukul 12.00 WIT.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020