Banjir Keerom Tak Surut, 863 Kepala Keluarga Terdampak

Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Banjir di Kabupaten Keerom, Papua belum juga surut. Banjir sudah terjadi sejak 7 hari lalu.
Banjir melanda sejumlah titik di Keerom. Kepolisian setempat mencatat banjir di Kampung Yanamaa - PIR 1 Distrik Arso Kabupaten Keerom dengan ketinggian air 30-60 cm.
Kemudian Kampung Yaturaharja-Arso 10 Distrik Arso Barat Kabupaten Keerom dengan ketinggian air 20 -30 cm, Kampung Arso Kota Distrik Arso Kabupaten Keerom dengan ketinggian air 20-50 cm.
Selanjutnya Kampung Asyaman-Arso Swakarsa Distrik Arso Kabupaten Keerom tepatnya di Mako Polres Keerom dan Asrama polisi dengan ketinggian air 10-15 cm.
Lalu di Jalan Trans Irian Simpang Tiga Kampung Asyaman - Arso Swakarsa Distrik Arso, air meluap sampai badan jalan dengan ketinggian air 10- 20 cm.
Kapolres Keerom AKBP Emile Reisitei Hartanto menyampaikan sebanyak 186 personel kepolisian dikerahkan membantu warga yang untuk evakuasi ke tempat yang lebih aman.
"Evakuasi dilakukan dengan menggunakan perahu dan mobil truck. Kami melakukan evakuasi warga bersama BPBD dan SAR setempat. Warga masih berjaga di rumah masing-masing dan membutuhkan bantuan," jelasnya, Selasa (9/2).
Bantuan Basarnas Jayapura
Basarnas Jayapura juga mengirimkan 6 orang personelnya ke lokasi banjir di Keerom, dengan membawa sejumlah peralatan SAR air.
Kepala seksi Operasi dan Siaga SAR Jayapura Matheus Simbiak mengatakan tim rescue dari Basarnas Jayapura telah diberangkatkan ke lokasi banjir untuk membantu mengevakuasi warga yang terdampak banjir.
Banjir yang telah terjadi 7 hari lalu diakibatkan hujan deras yang mengguyur kabupaten Keerom, sehingga mengakibatkan debit air sungai Tami meluap ke pemukiman warga. "Sejumlah warga sudah mengungsi, walaupun ada juga warga yang bertahan di rumahnya," katanya.
