Bentrok Warga di Oksibil, 350 Orang Mengungsi ke Koramil

Bentrok warga Oksibil yang memenuhi bandara setempat. (Foto: Ai)
Merauke, BUMIPAPUA.COM – Sebanyak 350 orang warga di Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang mengungsi ke kantor Koramil setempat. Kapendam XVII/ Cendrawasih, Kolonel Muhammad Aidi membenarkan adanya kejadian itu. Kebanyakan pengungsi adalah anak-anak dan perempuan.
“Laporannya baru saya terima sore ini. Pengungsi saat ini ditangani oleh anggota Koramil. Dengan segala keterbatasan anggota, pangungsian tetap dilayani dengan baik, karena belum ada bantuan dari pemerintah setempat,” ujar Aidi, yang ditemui di Bandara Mopah Merauke, Selasa (2/10).
Saat ini, para pengungsi dijaga oleh 20 anggota Koramil dari 30 anggota yang ada. 10 anggota Babinsa lainnya melakukan pengamanan di kampung-kampung. Aidi mengklaim belum mengetahui secara pasti korban pengungsian adalah warga yang ketakutan karena bentrok di Oksibil pagi tadi.
"Saya juga belum mengetahui apakah bentrok itu soal politik atau bukan dan yang mengungsi itu dari kelompok mana. Kami hanya memberikan perlindungan kepada masyarakat," ujarnya.
Ia pun belum mengetahui adanya korban jiwa dalam bentrokan di Oksibilan. “Sebaiknya pihak kepolisian yang memberikan pernyataan terkait kejadian ini,” Aidi menambahkan.
Semetara itu, salah satu pengungsi, Anthonius mengaku sengaja mengungsikan istri dan anaknya, pasca kejadian pagi tadi di Oksibil. Ia mengaku saat ini Oksibil lumpuh total. Hampir sebagian warga tak berani keluar rumah.
"Pagi tadi saja, saya melihat sudah lima rumah dan belasan motor dibakar massa. Info yang saya dapatkan adalah kelompok massa yang pro dan kontra terhadap bupati bentrok di lapangan," ujarnya.
(Abdel)
