Konten Media Partner

Bhukere, Cara Tradisional Kembalikan Populasi Gabus Danau Sentani

Bumi Papuaverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bhukere atau sarang buatan ikan gabung di Danau Sentani Kabupaten Jayapura. (Foto Media Center KMAN VI)
zoom-in-whitePerbesar
Bhukere atau sarang buatan ikan gabung di Danau Sentani Kabupaten Jayapura. (Foto Media Center KMAN VI)

Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Sarang buatan atau dalam bahasa Sentani disebut bhukere, menjadi salah satu cara tradisional untuk mengembalikan ikan gabus, populasi asli Danau Sentani.

Bhukere terbuat dari daun sagu dan cabang-cabang pohon serta karung bekas. “Jika bhukere ada, bisa amati kayouw kahebey atau ikan gabus bakal menetap di dalamnya,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jayapura Rudy Saragih saat ditemui di Sentani.

Pembuatan bhukere telah dilakukan oleh Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Jayapura dan Kementerian Kelautan Perikanan sejak 2016.

“Dengan pembuatan bhukere, populasi ikan gabung di Danau Sentani meningkat. Ada ikan yang datang, masuk ke bhukere, menetap dan berkembang biak di bhukere atau sarang ikan yang disediakan,” katanya.

Bhukere atau sarang buatan ikan gabung di Danau Sentani Kabupaten Jayapura. (Foto Media Center KMAN VI)

Hingga kini titik sebaran bhukere mulai dari ujung barat hingga ujung timur Danau Sentani. Ia menjelaskan pada 2016 terdapat 50 bhukere, lalu dibangun lagi 30 bhukere, kemudian berkembang lagi 50 bhukere

“Lokasi pembuatan bhukere juga sangat strategis, mulai dari areal dusun sagu hingga neli (rumput danau). Hasilnya, masyarakat bisa meningkatkan ekonomi keluarga. Ikan gabus yang siap panen banyak dijual di pasar dan dikonsumsi sendiri,” katanya.