Konten Media Partner

Camilan Sehat dari Pulau Kapotar Nabire

Bumi Papuaverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kerang Tatoiri, biota endemik dari Pulau Kapotar Nabire, Papua. (Dok Hari Suroto)
zoom-in-whitePerbesar
Kerang Tatoiri, biota endemik dari Pulau Kapotar Nabire, Papua. (Dok Hari Suroto)

Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Pulau Kapotar merupakan pulau kecil memanjang di Kepulauan Moora, kawasan Teluk Cendrawasih, Nabire, Papua. Karena bentuknya memanjang, pulau ini sering disebut dengan Pulau Panjang.

Sekeliling Pulau Kapotar, pantainya berpasir putih dan banyak ditumbuhi pohon kelapa.

Pulau Kapotar sangat unik, walaupun kecil tetapi terdapat Telaga Mambekora pada bagian barat daya pulau ini.

Telaga Mambekora berair asin, untuk mencapai telaga ini yaitu dari tepi pantai menyusuri jalan setapak di dalam kebun kelapa sejauh sekitar 100 meter.

Telaga ini berair jernih, bagian tepinya dibatasi oleh batu karang dan ditumbuhi pepohonan.

Kuliner Biota Endemik

Kerang Tatoiri, biota endemik dari Pulau Kapotar Nabire, Papua. (Dok Hari Suroto)

Telaga Mambekora mempunyai biota endemik yaitu kerang yang menempel pada dinding karang atau menempel pada kayu. Sepintas bentuknya jelek tidak menarik. Tetapi jangan salah, rasanya sangat enak gurih. Jenis kerang ini tidak ditemukan di tempat lain, hanya dijumpai di Telaga Mambekora saja.

Tinggi permukaan air Telaga Mambekora mengikuti pasang surut air laut, saat permukaan air telaga turun, mama-mama dari Pulau Mambor akan mencari kerang ini, mereka menyebut kerang ini dengan nama Tatoiri.

Telaga Mambekora di Kepulauan Moora, kawasan Teluk Cendrawasih, Nabire, Papua. (Dok Hari Suroto)

Cara memasaknya sangat unik, setelah dibersihkan dengan air laut, kemudian disiram dengan air panas. Didiamkan sebentar, kemudian langsung bisa dinikmati.

Untuk membuka cangkang kerang yang agak keras maka digunakan pisau kecil.

Namun Kerang Tatoiri bukanlah lauk utama, tetapi hanyalah sekedar makanan selingan atau camilan.

Kerang tatoiri bagi warga Mambor dianggap sebagai makanan ringan, tentu saja lebih menyehatkan karena tidak memakai bumbu penyedap dan bahan pengawet.