COVID-19 Papua Tembus 30.634 Kasus, Lockdown Pilihan Terbaik?
·waktu baca 3 menit

Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Angka kumulatif COVID-19 Papua per tanggal 20 Juli 2021 mencapai 30.634 kasus. Jumlah pasien yang dirawat mencapai 5.355 atau 17,5 persen, pasien sembuh 24.613 atau 80,3 persen. Sementara data pasien meninggal dunia mencapai 2,2 persen atau 666 orang.
Jumlah ini meningkat pesat dibandingkan sebulan lalu per tanggal 22 Juni 2021, dengan angka kumulatif COVID-19 Papua mencapai 22.971, pasien sembuh 21.769, dirawat 744 orang dan meninggal dunia 458 orang.
Juru bicara Satgas COVID-19 Papua, Silwanus Sumule menjelaskan angka COVID-19 Papua mulai meningkat pesat awal Juli lalu, dengan penyebaran harian COVID-19 rata-rata di atas angka 200-an.
Untuk perawatan pasien COVID-19, Papua menyediakan 16 rumah sakit rujukan COVID-19 yang tersebar di Jayawijaya, Merauke, Mimika. Biak, Jayapura dan Kota Jayapura. Saat ini, RSUD Jayapura menjadi lokasi pasien rujukan COVID-19 tertinggi di Papua.
Silwanus menjelaskan sejak awal Juli lalu, rata-rata pasien yang datang ke rumah sakit kondisinya sudah sakit berat bahkan sekarang.
“Kami semaksimal mungkin merawat pasien. Tapi jika datang dengan kondisi kritis, mau bagaimana?” jelas Silwanus, Kamis (22/7).
Akibat banyaknya pasien yang datang ke rumah sakit, Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian ruang perawatan RSUD Dok II Jayapura sudah 100 persen. Akhirnya, saat ini banyak pasien yang dirawat di tenda darurat atau halaman RSUD Dok II Jayapura.
“Walau rumah sakit penuh, kami pastikan tetap merawat pasien di tenda atau tempat lain yang disediakan RSUD Jayapura. Jadi komitmen kami, tak ada pasien yang ditolak. Tetap dirawat, namun tidak masuk dalam ruangan. Kita akan rawat di pelataran (halaman) rumah sakit, karena kondisi kita seperti ini," kata Silwanus yang juga sebagai Wakil Direktur RSUD Jayapura.
Oksigen Menipis
Akibat meningkatnya jumlah pasien COVID-19, RSUD Jayapura membutuhkan 200-an tabung oksigen setiap hari. Kondisi ini telah dilaporkan manajemen RSUD Jayapura kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe.
Beruntung dua hari lalu, RS Bhayangkara meminjamkan 125 tabung oksigen untuk membantu pasien COVID-19 yang dirawat di RSUD Jayapura.
Direktur RSUD Jayapura, Aloysius Giay memastikan per tanggal 10 Agustus mendatang, RSUD Jayapura bisa memproduksi oksigen.
“Alatnya akan dipasang minggu depan dan diharapkan tanggal 10 Agustus, kami bisa memproduksi 300-an tabung oksigen setiap hari,” jelasnya.
Saat ini, manajemen RSUD Jayapura sangat ketat untuk menerima pasien umum. Hal ini dikarenakan jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit milik pemerintah itu sudah 100-an lebih.
Pembatasan Manusia Diperketat
Untuk menekan angka COVID-19 di Papua, pemerintah setempat bakal menerapkan penutupan akses masuk ke Papua lewat laut dan udara yang rencananya akan dimulai 1-28 Agustus 2021.
Namun wacana ini masih terus dirapatkan oleh Organisasi Perangkat Daerah, DPR Papua, forkompinda dan kepala daerah pada 29 kabupaten/kota.
Asisten Pemerintah Sekda Papua, Doren Wakerkwa menyebutkan wacana lockdown dilakukan untuk menekan angka COVID-19 yang terus meningkat di Bumi Cenderawasih.
“Apalagi Papua menjadi tuan rumah penyelenggaraan PON yang berlangsung Oktober 2021. Kami berharap jika akses ke Papua ini ditutup sementara untuk perlintasan manusia, diharapkan angka COVID-19 di Papua menurun,” jelas Doren.
Tak hanya akses laut dan udara yang ditutup, Pemprov Papua juga berencana membatasi jam operasional untuk mal, swalayan, pertokoan dan rumah makan.
“Terkait sanksi dan kompensasi untuk warga saat lockdown, masih akan kami bicarakan lebih lanjut. Jika ada kesepakatan 29 kepala daerah di kabupaten/kota, maka kebijakan ini akan ditandatangani oleh Gubernur Papua,” jelas Doren.
Doren menyebutkan wacana lockdown dan pembatasan yang diperketat lainnya juga akan disesuaikan dengan kondisi di masing-masing kabupaten/kota.
“Jadi, walaupun Papua menerapkan lockdown, tapi usulan ini akan disesuaikan dengan masing-masing kabupaten/kota. Apalagi jika ada kabupaten zona hijau, tak mungkin mengikuti kebijakan yang daerahnya zona merah,” jelas Doren.
Dari 29 kabupaten/kota di Provinsi Papua, terdapat 22 kabupaten menempati zona merah dan 7 kabupaten zona hijau. Dalam penyebaran COVID-19, Kota Jayapura menjadi daerah penyebaran tertinggi, disusul Kabupaten Mimika, Biak dan Kabupaten Jayapura.
Jadi, apakah Papua akan benar-benar lockdown? Semua masih terus oleh pemerintah Provinsi Papua. (Imelda)
