Dokter Spesialis Paru di Nabire Ditemukan Tak Bernyawa, Ini Pernyataan IDI

Konten Media Partner
11 Maret 2023 16:32 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi jenazah. Foto; Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenazah. Foto; Kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Nabire, BUMIPAPUA.COM- Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Dr Mawartih Susanty, SpP di rumah dinasnya di daerah RSUD Nabire, Provinsi Papua Tengah.
ADVERTISEMENT
Peristiwa yang meninggalkan duka mendalam bagi seluruh anggota IDI, keluarga dan teman serta semua orang yang mengenal almarhumah.
"Kami semua bangga dengan sejawat dokter Mawar. Dedikasi yang luar biasa dalam pengabdian profesinya. Selamat jalan sejawat terbaik, jasa dan pengabdian sejawat akan selalu dikenang," kata Ketua PB IDI DR dr Mohammad Adib Khumaidi SpOT, Sabtu (11/3/2023) dalam pesan tertulis yang diterima BumiPapua.
Saat ini, PB IDI sudah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Ketua IDI Cabang Nabire dan Ketua IDI Wilayah Papua dan akan terus mengawal investigasi penyebab kematian dokter Mawar.
"Mengenai informasi penyebab kematian yang beredar di media dan sosial media, kami meminta semua pihak untuk menunggu pengumuman hasil autopsi untuk menghindari misinformasi,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Jenazah dokter Mawar sudah diterbangkan dari Nabire ke Makassar dan tengah diautopsi atas izin keluarga.
Ketua IDI Cabang Nabire, Dr. Oktovianus Saranga, SpOG menjelaskan dokter Mawar sudah berdinas sejak 5 tahun lalu di Nabire.
"Beliau tidak hanya dokter spesialis paru, namun banyak berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan-kegiatan edukasi yang diadakan oleh IDI maupun pemerintah setempat. Beliau juga dikenal ramah dan selalu menolong orang. IDI Nabire siap membantu penyelidikan penyebab meninggalnya beliau.” jelasnya.

Jaminan Keamanan

PB IDI mengingatkan perihal jaminan keamanan dan keselamatan para dokter khususnya yang bertugas di tanah Papua. Sebelumnya juga ada dokter Soeko yang meninggal saat peristiwa kerusuhan Wamena tahun 2019 serta kekerasan yang terjadi pada sejumlah tenaga kesehatan dan penyerangan pada fasilitas kesehatan di Pegunungan Bintang, Papua pada tahun 2021.
ADVERTISEMENT
PB IDI meminta kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh aparat keamanan di daerah terutama di wilayah konflik untuk memberikan jaminan keamanan dan keselamatan pada para tenaga kesehatan yang bertugas di daerah tersebut.
“Hal penting untuk mengatasi kendala dalam pemerataan dokter terutama dokter spesialis di daerah adalah belum ada jaminan keselamatan dan keamanan bagi para tenaga kesehatan yang bertugas, terutama di wilayah konflik. Selain itu, pemerintah juga perlu memperbaiki infrastruktur termasuk akses menuju fasilitas kesehatan sehingga baik tenaga kesehatan dokter maupun masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan dengan lebih baik," katanya.
PB IDI akan selalu menjadi mitra strategis pemerintah untuk mendorong berkembangnya layanan kesehatan di Indonesia. Namun kendala pemerataan dokter spesialis di daerah terutama wilayah terpencil akan sulit diatasi apabila hal-hal seperti jaminan keamanan dan keselamatan serta akses infrastruktur tidak diperbaiki oleh pemerintah.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya pada 9 Maret 2023, dokter Mawar ditemukan tak bernyawa di rumahnya yang berada di rumah dinas di kompleks RSUD Nabire. Dokter Mawar ditemukan meninggal dunia di tempat tidur dengan mulut berbusa.