kumparan
28 Desember 2018 20:21

Gubernur Papua Minta TNI/Polri Tangkap Pelaku Kekerasan di Nduga

Rapat Forkompinda Papua membahas tragedi kemanusiaan di Nduga. (BumiPapua.com/Pratiwi)
Jayapura, BUMIPAPUA.COM – Pertama kalinya, Gubernur Papua, Lukas Enembe sebagai Ketua Forum Koordinasi Pimpinan daerah (Forkompinda) menggelar rapat Forkompinda bersama dengan petinggi TNI/Polri dan instansi terkait, pasca insiden tragedi kemanusiaan yang merenggut 17 nyawa pekerja Istaka Karya.
ADVERTISEMENT
Rapat yang digelar pada Jumat (28/12) di Gedung Negara memang membahas secara khusus insiden Nduga dan mencari solusi tekait insiden ini.
“Kita akan mencari tau bagaimana peristiwa ini terjadi, bagaimana menghadapinya dan apa yang harus kita lakukan. Rapat ini merupakan sikap pemeritah terhadap kasus Nduga dan polemik seperti ini harus dibicarakan,” kata Lukas, usai rapat bersama.
Gubernur Papua juga berterima kasih kepada TNI/Polri yang telah melaksanakan tugasnya, pasca kekerasan di Nduga.
“Saya minta aparat keamanan mengejar sampai dapat TPN-OPM yang penting tidak menganggu masyarakat kita. Pelaku harus ditangkap,” katanya.
Dalam pengejaran kepada TPN-OPM, Lukas juga meminta tak ada korban dari masyarakat sipil. Maka dari itu, Bupati Nduga harus bertanggung jawab terhadap peristiwa di Nduga.
ADVERTISEMENT
“Saya minta kepala daerahnya jaga situasi baik- baik, jaga rakyat, peristiwa seperti ini tanggung jawab bupati, jangan lepas tangan karena dampaknya ke rakyat,” ujarnya.
Gubernur Papua, Lukas Enembe bahkan mengklaim tak mengetahui keberadaan Bupati Nduga, Yarius Gwijangge. Bahkan, sejak tragedy kemanusiaan di Nduga hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Bupati Nduga.
“Saya tidak tau Bupati Nduga dimana. Dia tak meminta ijin kepada saya untuk meningalkan tempat tugasnya,” jelasnya.
Pasca kejadian ini, Lukas meminta pembangunan Jalan Trans Papua di Nduga tetap dilanjutkan, sebab ini menjadi salah satu program kepedulian Presiden Joko Widodo terhadap Papua.
Sebelumnya, Gubernur Papua bersama dengan DPR Papua meminta TNI/Polri ditarik dari Nduga. Pemerintah Papua beralasan penarikan TNI/Polri dilakukan karena memasuki natal dan tahun baru, sehingga keberadaan aparat keamanan tak menakuti warga.
ADVERTISEMENT
Padahal aparat keamanan berada di Nduga untuk melakukan pencarian kepada 4 orang pekerja istaka Karya yang masih dinyatakan hilang, serta melakukan penegakan hukum kepada pelaku kejahatan di Nduga. (Pratiwi)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan