Hilal 1 Ramadan di Papua Tak Terlihat Terhalang Mendung
·waktu baca 2 menit

Jayapura, BUMIPAPUA.COM - Pemantauan Hilal 1 Ramadan 1443 Hijriah di Papua yang dilakukan di pantai lampu Satu Merauke tak terlihat karena terhalang mendung.
Pemantauan hilal dilaksanakan sekitar pukul 17.47 WIT atau sekitar 7 menit setelah matahari terbenam.
Ketua Tim Hisab Rukyat Papua, H. Husnul Yaqin menuturkan mendung menghalangi pemantauan hilal untuk penetapan 1 Syawal.
“Pemantauan tadi pada 1 derajat 19 menit dan tak bisa dilihat karena mendung,” jelasnya, Jumat (1/4/2022).
Husnul menjelaskan perbedaan kapan 1 Ramadan dikarenakan adanya perbedaan metode dalam menetapkannya. Dikenal dua metode atau cara dalam penetapan 1 Ramadan. Demikian halnya dalam penetapan 1 Syawal atau 1 Muharram. Metode itu adalah hisab dan rukyat.
Hisab adalah penetapan dengan ilmu, dengan menghitungnya. Sedangkan rukyat adalah dengan melihat wujud bulan baru atau hilal menggunakan alat bantu baik teropong ataupun teleskop.
Hal ini, imbuhnya, mewakili 2 tafsir atas hadist Rasulullah SAW, yang artinya, "Berpuasalah kamu karena melihat hilal (bulan) dan berbukalah kamu karena melihat hilal. Jika terhalang maka genapkanlah (istikmal) 30 hari.
Meode hisab di Indonesia utamanya dipegang oleh ormas Muhammadiyah. Sedangkan metode rukyat dipedomani oleh ormas Nahdlatul Ulama.
"Untuk menjembatani bahkan menyatukan perbedaan tersebut, Pemerintah melalui Kementerian Agama menyelengarakan sidang isbat," jelas Husnul yang juga menjabat sebagai Direktur Program Pascasarjana IAIN Fattahul Muluk.
