Ini Waktu Terbaik Nikmati Gerhana Bulan Total di Papua
·waktu baca 2 menit

Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Gerhana bulan total akan terjadi hari ini, Selasa (8/11/2022). Gerhana bulan adalah posisi matahari, bumi dan bulan berada pada bidang yang sama, sehingga cahaya matahari ke bulan terhalang oleh mumi. Peristiwa ini merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi dan bulan dan hanya terjadi saat fase bulan purnama.
Gerhana bulan total terjadi saat posisi bulan-bumi-matahari sejajar. Hal ini membuat bulan masuk ke bayangan inti (umbra) bumi. Saat terjadi gerhana, bulan akan tampak berwarna merah karena cahaya yang direfleksikan oleh atmosfer bumi.
Pelaksana tugas Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura, Yustus Rumakiek menjelaskan untuk wilayah Papua, waktu terbaik menikmati gerhana bulan total, mulai pukul 17.00 WIT hingga pukul 21.00 WIT atau sekitar lebih dari 5 jam.
BMKG merinci fase awal gerhana bulan total dimulai pukul 17.00.08 WIT dilanjutkan fase gerhana sebagian pukul 18.08.39 WIT, fase gerhana total pukul 19.16.19 WIT, fase puncak total pukul 19.59.11 WIT, fase gerhana total berakhir pukul 20.42.03 WIT, fase gerhana sebagian berakhir 21.49.22 WIT dan fase gerhana berakhir 22.57.43 WIT.
“Secara kasat mata, gerhana bulan total bisa dinikmati, asalkan cuaca cerah dan seluruh wilayah Papua dapat menyaksikan fenomena ini” jelasnya.
Dirinya menjelaskan pada 2022, telah terjadi 4 kali gerhana, dengan rincian Gerhana Matahari Sebagian (GMS) 30 April 2022, Gerhana Bulan Total (GBT) 16 Mei 2022 dan Gerhana Matahari Sebagian (GMS) 25 Oktober 2022 4. Gerhana Bulan Total (GBT) 8 November 2022
“Dari keempat peristiwa gerhana tersebut, hanya gerhana bulan total hari ini yang dapat diamati dari hampir seluruh wilayah di Indonesia,” katanya.
Pada saat fenomena gerhana bulan total terjadi, permukaan air laut berpotensi akan mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan karena pengaruh gaya gravitasi bulan terhadap bumi.
“Masyarakat yang beraktivitas di sekitar pesisir diimbau untuk berhati-hati serta selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut,” Yustus berujar.
