kumparan
22 Oktober 2019 9:04

Jokowi Diminta Hadiri Pesparani I Katolik di Tanah Papua

Pastor John Jonga-Kathraina.jpg
Pastor John Jonga-Kathraina
Jayapura, BUMIPAPUA.COM – Usai dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo diharapkan dan diminta oleh umat Katolik di tanah Papua untuk menghadiri dan membuka Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) perdana di Bumi Cenderawasih.
ADVERTISEMENT
Rencananya, Pesparani I Katolik ini akan dilaksanakan di Kota Jayapura, Papua pada 14-18 November 2019 mendatang. Kegiatan keagamaan ini disambut gembira dan penuh syukur bagi seluruh umat beragama di tanah Papua. Sebab dalam pembukaan Pesprani I Katolik akan melibatkan seluruh umat beragama di tanah Papua.
Panitia acara dalam Pesparani I Katolik ini akan melibatkan agama lain dalam pesta pembukaannya. Misalnya saja, akan ada lantunan Lagu Qasidah yang dipersembahkan oleh umat muslim di tanah Papua. Lalu ada juga persembahan dari agama Kristen Protestan, Budha, Hindu hingga Konghucu.
Pastor Paroki Hepuba, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Pastor John Jonga menyebutkan, dengan momen kebersamaan seluruh umat beragama di Papua, alangkah indahnya jika Jokowi yang baru saja dilantik, membuka acara Pesparani I Katolik di tanah Papua.
ADVERTISEMENT
Menurut Pastor Jonga, momen ini sangat menguntungkan negara, jika Jokowi hadir langsung di tengah umat beragama di tanah Papua. “Hal ini juga untuk memberikan penguatan kepada semua umat beragama, suku bangsa untuk tetap melangkah bersama jaga kedamaian, keberagaman dan persatuan Indonesia di tanah Papua," jelasnya, Selasa (22/10).
Kata Pastor Jonga, jika momen kebersamaan seluruh umat di Papua ini dihadiri Jokowi, maka ia akan melihat langsung kondisi masyarakat di Papua yang saat ini masyarakat Papua butuh penguatan pasca sejumlah kejadian yang melanda beberapa daerah di tanah Papua.
"Ini termasuk penguatan kepada warga yang masih trauma dan pemerintah daerah di sejumlah kabupaten yang bingung kemana arah kondisi Papua saat ini. Jika Presiden Joko Widodo hadir, maka akan memberikan penguatan, peneguhan kepada seluruh masyarakat Papua, terlebih Pesparani I Katolik ini akan diikuti 29 kabupaten/kota di Papua," ujar Pastor peraih penghargaan kemanusiaan Yap Thiam Hien 2009.
ADVERTISEMENT
Pastor Jonga juga mengatakan, dengan kehadiran Presiden Joko Widodo akan membuat makna baru bagi masyarakat Papua. Sebab kehadirannya jelas akan menjadi nilai tertinggi untuk membuktikan bahwa benar toleransi dan keberagaman di Papua dirawat oleh seluruh umat beragama yang ada di tanah Papua.
Menurut Pastor Jonga, kegiatan itu akan diiringi lantunan doa dan puji-pujian yang mencerminkan kebersamaan umat beragama. "Pak Jokowi tinggal meneguhkan dan memberikan penguatan kepada seluruh masyarakat di Papua, untuk kembali maju bersama, menciptakan kedamaian di Papua," ujarnya.
Pastor Jonga, yang juga dikenal sebagai penggiat HAM ini sudah bicara kepada panitia, jika ada kesempatan Presiden Joko Widodo membuka acara Pesparani perdana ini, maka panitia sudah siap dan serius mempersiapkan pesta paduan suara ini untuk kebersamaan umat beragama di tanah Papua. (Katharina)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan