Kampanye AIDS dari Rojali VC untuk Masyarakat Papua

Konten Media Partner
2 Agustus 2019 6:05
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Anggota Rojali VC, usai melakukan tarian sambutan pada Konferensi internasional AIDS di Kota Jayapura. (Dok: Rojali VC)
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Rojali VC, usai melakukan tarian sambutan pada Konferensi internasional AIDS di Kota Jayapura. (Dok: Rojali VC)
ADVERTISEMENT
Jayapura, BUMIPAPUA.COM - Rojali Volley Ball Club atau biasa dikenal dengan Rojali VC, tak sekadar perkumpulan pencinta olahraga bola voli. Rojali VC kebanyakan beranggotakan transgender, walaupun ada juga anggotanya yang merupakan masyarakat umum heterogen lainnya.
ADVERTISEMENT
Selain gemar melakukan olahraga, anggota Rojali VC gencar melakukan kampanye stop HIV/AIDS. Caranya, mulai dari anggota Rojali wajib memeriksakan HIV/AIDS ritin 3 bulan sekali. Beberapa kali Rojali VC bekerjasama dengan Pusat Kesehatan Reproduksi (PKR) Kota Jayapura dalam pemeriksaan reproduksi dan HIV/AIDS.
Ketua Rojali VC, Marry Perez menuturkan anggota Rojali VC akan dikenakan denda, jika melanggar aturan dalam hal pemeriksaan HIV/AIDS, yakni dengan Rp250 ribu, bagi anggotanya jika tak rutin memeriksakan HIV/AIDS.
Lalu, denda lainnya adalah Rp2,5 juta, bagi siapa saja yang bergosip diantara anggota Rojali terkait hasil HIV/AIDS itu.
"Gunanya uang Rp2,5 juta adalah memulangnya si penggosip ke kampung halamannya. Jadi, kalau ada yang gosip 3-4 orang atau lebih, tinggal dikalikan saja dengan Rp2,5 juta dan langsung pulangkan mereka yang gosip-gosip itu," ujarnya, Jumat (2/8).
ADVERTISEMENT
Kepekaan Rojali VC dengan HIV/AIDS juga dilakukan dengan turun langsung ke rumah singgah di RS Dian Harapan yang merawat banyak pasien HIV/AIDS. Tujuannya adalah menunjukkan kepada anggota Rojali VC untuk lebih mengenal dan mengetahui bahaya penyakit HIV/AIDS.
"Kami juga memberikan penguatan dan hiburan kepada teman-teman ODHA dimana pun berada, agar tak patah semangat, bahwa HIV/AIDS bukan akhir dari segalanya. Salah satunya harus rutin konsumsi ARV," jelasnya.
Untuk terus peduli dengan HIV/AIDS, Rojali VC setia dengan prinsipnya yakni perbuatan akan lebih penting dari sebuah kata-kata. "Artinya, kita jangan hanya bicara, tapi lebih baik dilakukan dengan aksi nyata dan perbuatan," kata Marry.
Rojali VC memiliki 30 orang anggota yang tersebar di Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi dan Kota Jayapura dan memiliki visi dan misi yang sama untuk terus perang terhadap HIV/AIDS. (Fitus Arung)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020