Kapolda Papua: COVID-19 Meningkat, Pelabuhan dan Bandara Harusnya Ditutup
·waktu baca 2 menit

Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Kapolda Papua, irjen Pol Mathius Fakhiri didampingi pejabat utama Polda Papua mengunjungi Posko Satgas COVID-19 Provinsi Papua, guna berkoordinasi terkait perkembangan penanganan COVID-19 dan vaksinasi.
Dalam pertemuan tersebut Kapolda mengingatkan jumlah kasus aktif COVID-19 di Papua semakin meningkat.
"Saya berharap kita bisa menerapkan seperti di wilayah lain, salah satunya adalah penutupan atau pembatasan keluar masuk ke Papua, khususnya di pelabuhan dan bandara," jelasnya, Senin (12/7).
Kapolda bilang, Papua harus mulai menerapkan pengecekan PCR dan wajib vaksin jika keluar masuk lewat bandara. "Hal ini dilakukan agar ada evaluasi jelas kasus minggu kemarin dengan kasus minggu ini. Untuk Kabid Dokkes diharapkan agar tracing ditingkatkan dan pembatasan diketatkan," jelasnya.
Penanggung Jawab Posko COVID-19 Provinsi Papua, Bery Wopari menjelaskan kasus COVID-19 Papua naik setelah usai libur lebaran. Pihaknya terus memantau pergerakan manusia yang kembali ke Papua, khususnya di Kota Jayapura, Kabupaten Mimika, Nabire, Merauke dan Biak.
"Antisipasi kasus COVID-19 Papua yang terus meningkat perlu diantisipasi, terlebih untuk varian terbaru yakni Delta," jelasnya.
Sementara untuk pelaksanaan vaksinasi masih terus dilakukan. Salah satunya juga untuk melindungi penyakit lainnya. "Rata-rata pasien yang meninggal karena COVID-19 dipicu komplikasi penyakit lainnya," katanya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Ary Pongtiku menyarankan pada Natal tahun ini lebih baik akses keluar masuk Papua ditutup sementara.
"Kita bercermin pada liburan Hari Raya Idul Fitri kemarin dimana angka kasus aktif COVID-19 naik sangat drastis. Data kami menunjukan rata-rata pasien yang terkena COVID-19 sebanyak 80 persen belum vaksinasi. Sedangkan 20 persen yang sudah menerima vaksin, kondisinya tak terlalu parah," jelasnya.
