Konten Media Partner

Kerugian Amuk Massa Wamena: 13 Rumah, 2 Ruko dan Kendaraan Dibakar

Bumi Papuaverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah truk yang dibakar dalam amuk massa di Sinakma Wamena. Foto: Stefanus Tarsi/BumiPapua
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah truk yang dibakar dalam amuk massa di Sinakma Wamena. Foto: Stefanus Tarsi/BumiPapua

Wamena, BUMIPAPUA.COM- Polda Papua merilis kerugian amuk massa di Sinakma Wamena yang terjadi Kamis sore (23/2/2023). Amuk massa dipicu informasi hoaks terkait penculikan anak.

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri menjelaskan sampai malam ini situasi keamanan di Wamena berangsur kondusif.

"Situasi di Wamena berangsur pulih, kondusif dan sudah dapat dikendalikan. Akibat amuk massa tersebut 2 ruko dan 13 rumah dibakar, termasuk sejumlah kendaraan ikut dibakar. Ditambah kendaraan TNI Polri yang dirusak akibat dilempari batu dan benda tajam lainnya," kata Fakhiri, Jumat (24/2/2023) saat diwawancara di Timika.

Sementara itu jumlah korban meninggal dunia sebanyak 10 orang dan 18 personel polisi luka-luka kena lemparan batu dan anak panah. Lalu, 23 orang warga luka-luka dan 9 orang di antaranya sudah kembali pulang. Para korban saat ini dirawat di RSUD Wamena.

Kronologi Kejadian

Rumah warga yang dibakar dalam amuk massa di Sinakma Wamena. Foto: Stefanus Tarsi/BumiPapua

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo menjelaskan awal mula amuk massa terjadi di saat aparat TNI Polri melakukan negosiasi agar terduga penculikan dapat diselesaikan dengan baik di Polres Jayawijaya. Namun saat bernegosiasi itu, personel di lapangan justru diserang kelompok massa dengan lemparan batu dan panah, sehingga anggota mengeluarkan tembakan peringatan dengan harapan massa tidak melakukan aksi penyerangan terhadap anggota.

“Massa yang semakin anarkis tidak mau mendengar imbauan aparat keamanan dan tidak mau membubarkan diri saat diberi tembakan peringatan, bahkan menyerang aparat dengan panah,” kata Benny.

Penebalan Pasukan

Personel kepolisian masih berjaga di sejumlah titik mengamankan Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Foto: Stefanus Tarsi/BumiPapua

Polda Papua juga mengirimkan 1 kompi personel Brimob untuk memperkuat keamanan di wilayah Wamena. Penebalan pasukan dilakukan untuk bisa bersama-sama menenangkan dan memberi rasa aman masyarakat di Kabupaten Jayawijaya.

“Saya sudah berpesan kepada anggota untuk lebih lagi soft dan tenang dalam menghadapi masyarakat yang mungkin lagi marah,” ucap Fakhiri.

Dirinya juga mengutus Direktur Reskrim Umum Polda Papua Kombes Faisal Ramadhani untuk mengambil langkah penanganan terhadap para korban di Wamena, termasuk saat awal korban hoaks yang telah memancing kericuhan.

“Saya minta Direktur Kriminal Umum (Polda Papua) membantu Polres setempat untuk segera, apa yang sudah dapat data di lapangan itu nanti akan menjadi bahan penyelidikan dan penyidikan,” tuturnya.

Jenderal bintang dua asli Papua ini memastikan situasi keamanan di Wamena telah berangsur pilih. Pihaknya juga berencana akan bertolak ke Wamena untuk melihat para korban usai menuntaskan agenda di Timika.

“Tentunya kerja keras yang cepat, saya minta untuk kita tangani dan nanti saya juga setelah dari Timika. Saya akan langsung ke Wamena untuk langsung hadir untuk melihat para keluarga korban dan korban yang ada di Wamena,” kata Fakhiri.