Kisah Relawan Dampingi Pengungsi Kiwirok: Penuh Kebersamaan

Konten Media Partner
21 November 2022 14:20
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pengungsi Kiwirok di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. (Foto Humas Polda Papua)
zoom-in-whitePerbesar
Pengungsi Kiwirok di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. (Foto Humas Polda Papua)
ADVERTISEMENT
Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Keberadaan masyarakat Kiwirok selama berada di pengungsian yang berada di Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, tak lepas dari sosok perjuangan para relawan yang selalu mendampingi masyarakat. Kehadiran para relawan selalu membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan di pengungsian.
ADVERTISEMENT
Para relawan melayani warga setelah 4 hari warga mengungsi di Oksibil dan mendirikan tenda. Para relawan mengatur sejumlah bantuan makanan dan menyambut masyarakat yang mengungsi.
Selama 428 hari atau 1 tahun 2 bulan menjadi perjalanan panjang para relawan bersama masyarakat Kiwirok selama di Oksibil. Dalam kesehariannya, relawan dan pengungsi saling membantu dalam melakukan aktivitas setiap hari.
Isak Mimin, salah satu relawan pengungsi Kiwirok. (Foto Humas Polda Papua)
zoom-in-whitePerbesar
Isak Mimin, salah satu relawan pengungsi Kiwirok. (Foto Humas Polda Papua)
Isak Mimin, salah satu relawan pengungsi Kiwirok mengatakan banyak suka duka yang didapat selama mendampingi pengungsi Kiwirok.
"Salah satu hal positif dari pengungsi Kiwirok adalah ketertiban dan kebersamaan masyarakat selalu ada. Hal ini menjadi budaya turun menurun dari masyarakat Kiwirok yang merupakan suku Ngalum," katanya, Senin (21/11/2022).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020

Rayakan Natal di Kampung Halaman

Isak menjelaskan selama mendampingi pengungsi, warga Kiwirok yang terdiri dari suku Ngalum lebih mengutamakan kebersamaan di setiap kegiatan, termasuk pada pesta bakar batu. Di mana saat menikmati makanan, warga Kiriwok terlihat rapi dan tertib membentuk lingkaran.
ADVERTISEMENT
"Jadi banyak atau sedikit makanan yang tersedia, kami nikmati bersama dan selalu bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan,"jelas Isak.
Terkait adanya rencana pemulangan yang diinisiasi oleh Satgas Damai Cartenz bersama aparat keamanan serta instansi terkait, dirinya menuturkan harapan masyarakat Kiwirok agar bisa merayakan kebersamaan dengan keluarga sebelum perayaan natal.
"Kami sangat berterima kasih terhadap Polri dan TNI yang merencanakan kepulangan warga, termasuk pemerintah yang sudah mendukung. Akhirnya doa kami terkabul," kata Isak.
Warga Kiwirok terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya sejak 21 September 2021. Penyerangan KKB saat itu menewaskan sejumlah warga, tenaga medis dan aparat TNI Polri. KKB juga membakar fasilitas kesehatan seperti sekolah, puskesmas hingga rumah warga ikut dibakar. Hal ini membuat masyarakat ketakutan dan meninggalkan rumahnya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020