Kisah Sukses Ruben Maniakori, Peracik Kopi di Pasar Ikan Serui
·waktu baca 2 menit

Jayapura, BUMIPAPUA.COM - Waktu masih menunjukan pukul 06.00 WIT. Hiruk pikuk penjual dan pembeli di Pasar Ikan Serui tak lagi dapat dihitung.
Pagi itu, Ruben Maniakori, pemuda 28 tahun bergegas membersihkan lapak tempat dagangannya, sebuah meja dengan ukuran sekitar 2 x 3 meter. Satu per satu, termos yang berisikan air panas mulai dijajar diatas meja.
Terlihat juga kompor minyak tanah dan beberapa kaleng susu kental manis, serta sejumlah toples berisikan kopi dan gula sebagai pelengkap minuman.
Ruben Maniakori, pemuda asli Papua asal Kabupaten Kepulauan Yapen patut diacungi jempol. Dia sosok yang tak pernah menyerah dan selalu ingin maju.
Kerja Keras
Selama 6 tahun, Ruben bekerja pada orang lain. Ia bertugas membersihkan ikan dari setiap pembeli. Ia memberanikan diri keluar dari tempat kerjanya yang lama dan beralih berprofesi sebagai peracik kopi.
"Sa (saya) mau buktikan kepada semua, anak Papua juga bisa maju. Bisa memiliki usaha sendiri," jelasnya, Kamis (17/2/2022).
Kegigihan Ruben jangan pernah diragukan dalam setiap pekerjaannya. Sebagai peracik kopi, ia pandai meracik kopi hingga dapat dinikmati hingga tetes terakhir.
Langganannya tersebar di sekitar lapak dagangannya, dari penjual atau pembeli ikan, hingga tukang ojek yang mangkal di sekitar pasar ikan.
"Walaupun tempat usaha kecil, namun usaha ini adalah mimpi yang terwujud. Lapak dan segala isinya adalah usaha dari setiap gaji yang saya kumpulkan. Saya cukup puas, walaupun kecil tapi saya adalah bos, jadi saya bisa mengatur segalanya agar lapak ini tetap jalan," katanya bangga.
Ruben yang baru 5 bulan membuka kedai kopinya, ingin menambah kursi bagi pelanggannya.
"Termasuk ingin memperbaiki atap kedai, sebab atap kedai saat ini hanya dari terpal. Jika hujan turun, pasti kedai ini basah. Kasihan yang sedang asyik minum kopi," ujarnya.
Ruben menjelaskan semangat dagang yang dimilikinya diperoleh dari sejumlah rekan seniornya yang sudah dulu sukses dengan berjualan.
“Anak Papua pasti bisa maju. Sudah banyak anak Papua yang berdagang. Ada yang sukses berjualan parfum, buka kios hingga memiliki cabang yang banyak. Jadi tak selamanya anak Papua harus jadi ASN dan kerja proyek. Saya bersyukur dengan kedai yang saya miliki ini, bisa dapat pemasukan setiap hari," Ruben gembira.
(Agies Sitanggang)
