Kopi Robusta Papua, Tak Sekadar Cita Rasa

Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Papua tak hanya dikenal dengan jenis kopi arabika. Namun, kopi jenis robusta juga tumbuh pada sejumlah kabupaten di tanah Papua.
Kopi robusta di Papua ditanam di daerah ketinggian 20-1000 mdpl. Kopi robusta yang terkenal di Papua yaitu Kopi Ambaidiru Yapen, Agimuga Mimika, Anggi Pegunungan Arfak, serta kopi dari Lembah Grime Jayapura.
Hanya Yapen, Mimika, Pegunungan Arfak, dan Kabupaten Jayapura yang memiliki lahan kebun kopi robusta. Tanaman kopi robusta ini ditanam dengan pola kebun semi hutan (agroforestry).
Uniknya, kopi-kopi robusta cenderung dibiarkan tumbuh alami. Tak banyak perlakuan untuk meningkatkan hasil panen. Petani Papua membiarkan begitu saja karena menurut para petani, justru dengan dibiarkan pun kopi robusta tumbuh subur.
Dengan pola kebun semi hutan, kopi hasil panen sangat terbatas, tidak cukup untuk memenuhi permintaan pasar.
Kopi Senang
Yang unik adalah Kota Sorong Papua Barat yang berada di dataran rendah, bukanlah penghasil kopi robusta.
Selain itu ngopi di kafe belum sepenuhnya jadi budaya kuliner masyarakat di Kota Sorong.
Kota Sorong selama ini dikenal sebagai pintu masuk wisatawan yang akan ke Raja Ampat.
Wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat mengenal Kota Sorong sebagai penghasil kopi robusta terenak yang bernama Kopi Senang. Wisatawan yang berlibur di Raja Ampat selama tinggal di lokasi wisata akan disajikan kopi Senang. Saat wisatawan pulang dari Raja Ampat ke Jakarta selalu membawa Kopi Senang ini sebagai oleh-oleh.
Owner Kopi Senang, Herlina Tios mengatakan usaha pengolahan kopinya dimulai pada 1985. Kopi Senang terkenal hingga pelosok Papua Barat. "Ada ungkapan dengan minum kopi senang, hidup akan senang terus," kata pengusaha Tionghoa asal Padang ini, Sabtu (27/3).
Herlina Tios berkeliling seluruh Indonesia mendatangkan kopi robusta dari berbagai daerah yang memang terkenal punya kopi enak.
Ia mengambil biji mentah kualitas ekspor lalu mengolahnya di Sorong.
Perpaduan biji kopi dari berbagai daerah membuat aroma kopinya sungguh harum. Kopi Senang dikenal dengan bubuk kopi biji robusta yang aromanya sangat khas.
Namun citarasa kopi Senang ini masih kalah dibanding aroma kopi arabika di Papua seperti kopi Moanemani, Wamena, Pegunungan Bintang dan Amungme.
Herlina Tios punya cerita tersendiri tentang asal mula nama kopi Senang. Saat memutuskan merantau ke Sorong pada 1985, Herlina Tios ingin berbisnis kopi.
"Saat itu, orangtua saya hanya bilang, bisnis kopi juga bagus dan semoga bisnis ini bisa bikin senang saya. Saat mau memberi nama merk, kami terpikir untuk membuat 'Senang' karena mudah diingat. Sekarang memang kopi ini bikin kami senang dan orang yang meminumnya pun mudah-mudahan bisa senang," ujar Herlina.
Herlina Tios menambahkan untuk memuaskan pelanggan, selain menjaga cita rasa, ia juga selalu memperhatikan kemasan.
