Guru Korban Penyanderaan Mapenduma Trauma untuk Kembali Mengajar

Kabid Dokkes Polda Papua, Kombespol dr. Ramon Amiman, mengunjungi korban kekerasan Mapenduma di Wamena. (Dok: Polda Papua)
Jayapura, BUMIPAPUA.COM - Tim dokter Rumah sakit Bhayangkara terus melakukan pemulihan trauma kepada korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Mapenduma, Kabupaten Nduga.
Sejumlah terapi penguatan pun dilakukan, salah satunya dengan melakukan ibadah pelayanan rohani kepada guru dan tenaga kesehatan yang menjadi korban kekerasan seksual.
Kabid Dokkes Polda Papua, Kombespol dr. Ramon Amiman, yang melihat langsung kondisi korban menyampaikan keprihatinannya atas kejadian ini.
“Korban mengalami trauma berat dan tidak mau kembali ke tempat tugasnya. Saya juga mendapatkan informasi ada dua anak yang menjadi korban kekerasan seksual,” jelas Ramon, Kamis (24/10).
Untuk kedua anak tersebut, Ramon menyarankan kepada orang tuanya agar dirujuk ke Jayapura, untuk mendapatkan terapi psikologi dan psikiatri dari ahlinya. “Kami akan memfasilitasi ini semua jika korban ingin dirujuk ke Jayapura,” kata Ramon.
Dalam tatap muka dengan korban, Ramon meminta agar para korban dapat memberikan informasi yang terinci, agar kepolisian dapat menindaklanjuti kejadian di Mapenduma. “Para korban ditempatkan pada asrama polisi di Wamena. Semuanya dalam pemulihan,” ucapnya.
Sebelumnya, KKB pimpinan Egianus Kogeya diduga melakukan penyanderaan kepada 15 orang guru dan tenaga medis di Mapenduma. Atas kejadian ini, tiga orang guru dikabarkan mendapatkan kekerasan seksual dari lima orang anggota KKB.
(Katharina)
