Mengulik Sentani, Danau Alam Terbesar di Papua

Jayapura, BUMIPAPUA.COM - Sentani merupakan nama danau terbesar di Papua. Sentani juga disematkan pada nama bandara di Kabupaten Jayapura.
Anehnya, istilah Sentani tak terdapat dalam Bahasa Sentani. Lalu, dari mana asal sebutan Sentani?
Peneliti Balai Arkeologi Jayapura, Hari Suroto menyebutkan Suku Sentani menggunakan istilah buyakha untuk menyebut danau yang menjadi tempat tinggal warga setempat. Dalam bahasa Sentani, bu artinya air dan yaka artinya kosong.
Dalam penelitiannya, Hari membagi dua versi asal usul nama Sentani. Versi pertama disebutkan istilah Sentani berasal dari kata endeni, yang berarti tiba di sini. Hal ini berkaitan dengan perjalanan nenek moyang Suku Sentani dari Papua Nugini menuju ke arah barat dan tiba di danau hingga beranak cucu di kampung yang tersebar di pinggiran danau.
"Versi lainnya, istilah Sentani diperkirakan berasal dari kata hedam yang kemudian dilafalkan menjadi setam. Dari kata setam inilah muncul istilah Sentani yang terus digunakan hingga kini," katanya, Selasa (18/2).
Dikeliling Pegunungan Cycloop
Danau Sentani merupakan danau alam terbesar di Papua, dengan pulau yang berbukit di tengah danau.
Sumber air Danau Sentani berasal dari 14 sungai yang berhulu di Pegunungan Cycloops.
18 Maret 2019, banjir dan tanah longsor melanda Sentani, Kabupaten Jayapura. Musibah ini diakibat rusaknya cagar alam Cycloops atau Dobonsolo, sebutan Cycloops oleh masyarakat setempat.
Rusaknya lingkungan di Pegunungan Cycloops karena ulah manusia yang melakukan penebangan liar, serta membuka lahan untuk berkebun.
Hari menambahkan, kearifan lokal berkaitan dengan kepercayaan masyarakat Sentani, bahwa Cycloops merupakan dunia dewa. Cycloops dipercaya sebagai rumah Dewi Pemberi Kehidupan yaitu Hokaimiyae atau ibu pertiwi.
Cycloops dijaga oleh 4 dewa yang menyebar ke-4 arah mata angin, yaitu timur (nu), barat (wai), selatan (ebun), dan utara (dobon).
"Tiga dewa yang disebut pertama adalah dewa yang mendatangkan petaka, yaitu penderitaan, kesengsaraan, dan berbagai macam penyakit termasuk banjir dan tanah longsor. Dewa Dobon dianggap sebagai dewa yang mendatangkan kemakmuran," kata Hari yang melakukan banyak penelitian di Danau Sentani.
Dalam budayanya, masyarakat Sentani percaya bahwa ondofolo atau pemimpin adat tertinggi adalah representasi dewa di bumi. Masyarakat percaya bahwa dari mulut ondofolo hanya ada dua kata, yaitu berkat (onomi) dan kutuk (pelo).
"Berkaitan dengan hal pelestarian Cycloops, ondofolo sangat berperan penting untuk mengingatkan warganya agar tidak merusak Cycloops yang berakibat dewa yang tinggal di Cycloops marah," ujaarnya.
Sementara itu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua mencatat luas cagar alam Cycloop berkisar 31 ribu hektar. Hingga akhir tahun 2018, kerusakan yang terjadi setidaknya 1.000 hektar.
Wisata Danau Sentani
Untuk mengenalkan keindahan Danau Sentani kepada masyarakat luas, Pemerintah Kabupaten Jayapura menyiapkan kapal wisata dengan nama Foi Moi yang diambil dari Bahasa Sentani artinya terima kasih.
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw menyebutkan kapal wisata Foi Moi menyinggahi kampung yang berada di pinggiran Danau Sentani.
"Kampung yang disinggahi kapal dapat menjual berbagai kuliner dari masyarakat kampung. Jadi, sambil menikmati keindahan danau, wisatawan bisa juga menikmati kuliner lokal," katanya.
Kapal wisata Foi Moi disipakan untuk mengelilingi 3 area yakni Sentani Barat, Sentani Tengah, dan Sentani Timur.
Jelang PON 2020 di Papua, Kapal wisata Foi Moi sengaja disiapkan untuk menarik wisatawan untuk menarik pengunjung menikmati wisata budaya yang hadir di tengah keindahan Danau Sentani.
